Terbongkar! Rusia & AS Diam-diam Jajaki Kerja Sama Pengolahan Gas Alam Raksasa di Arktik
Lupakan anggapan bahwa penghargaan desain hanya menilai bentuk. Juri Good Design Award 2026 dari Jepang juga memuji skema sewa baterai pada motor listrik Polytron FOX 350.
Penghargaan dari Japan Institute of Design Promotion (JDP) itu menjadi yang pertama bagi motor listrik rancangan Polytron. Jepang disebut menjadi kiblat standar kualitas desain otomotif dunia selama puluhan tahun.
Seleksi berlapis
FOX 350 lebih dulu masuk 10 besar Good Design Indonesia 2026, ajang desain nasional yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan bersama JDP. Posisi itu membawanya ke Good Design Award, penghargaan yang telah berjalan hampir 70 tahun.
Persaingan di Jepang jauh lebih ketat. Dari 5.111 karya yang mendaftar, hanya 1.484 karya yang dinyatakan layak menerima penghargaan setelah dua tahap penjurian. Artinya, sekitar 29 persen peserta membawa pulang simbol G Mark.Sewa baterai dinilai
Juri menilai FOX 350 mewarisi kemampuan berkendara, kenyamanan, dan kemudahan manuver, sekaligus memaksimalkan keunggulan kendaraan listrik. Namun, penilaian tinggi itu juga datang dari mekanisme yang mendukung adopsi lebih luas lewat skema sewa baterai.
Polytron menawarkan dua pilihan, yakni beli putus atau sewa baterai. Skema itu menyasar dua hal yang paling sering membuat calon pengguna ragu, yaitu harga awal yang tinggi dan kekhawatiran garansi penggantian baterai. Selama masa sewa, perawatan dan penggantian baterai dijamin.
Terinspirasi mobilitas urban ”Modern Warrior”, FOX 350 menghadirkan Comfy Deck yang memberi ruang kaki lebih luas. Motor ini juga dibekali Cruise Control, Hill Start Assist yang menahan motor di tanjakan, dan Reverse Mode agar motor bisa mundur tanpa didorong. Konektivitas IoT menghubungkan motor dengan ponsel pintar untuk memantau baterai dan lokasi.
Head of Group Product EV-2W Polytron Ilman Fachrian Fadly menyebut penghargaan ini sebagai pengakuan internasional pertama bagi desain motor listrik Polytron. Desain itu, katanya, dirancang sejak awal untuk kebutuhan konsumen Indonesia.
”Kami mempelajari bagaimana masyarakat Indonesia berkendara setiap hari, mulai dari posisi duduk yang nyaman saat macet, kebutuhan menaklukkan tanjakan, hingga kekhawatiran soal biaya baterai,” ujar Ilman.
Polytron, yang berdiri sejak September 1975, memiliki sekitar 10.000 karyawan, tujuh diler resmi, dan 61 pusat layanan.










