Seluruh Tentara AS Hengkang dari Irak, Iran: Kekalahan Berat dan Memalukan bagi Amerika!

Seluruh Tentara AS Hengkang dari Irak, Iran: Kekalahan Berat dan Memalukan bagi Amerika!

Global | sindonews | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 06:59
share

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersukacita atas penarikan seluruh tentara Amerika Serikat (AS) dari Irak. IRGC juga menyerukan agar pasukan AS meninggalkan seluruh negara di kawasan Timur Tengah.

Pada Rabu, Pentagon mengumumkan bahwa pasukan Amerika terakhir telah meninggalkan Irak setelah berada di negara itu selama 23 tahun.

Baca Juga: IRGC Sebut Penarikan Pasukan AS dari Irak sebagai Kemenangan Bersejarah

IRGC pada hari Kamis (1/10/2026) merilis pernyataan yang secara khusus didedikasikan untuk penarikan pasukan Amerika dari Irak. "IRGC mengucapkan selamat kepada bangsa Irak yang bangga...serta para pejuang revolusioner dunia Islam atas kemenangan bersejarah ini," katanya.

Menurut Pentagon, sebanyak 4.419 tentara AS tewas selama berada di Irak. Sementara itu, Watson Institute di Brown University memperkirakan invasi tersebut menghabiskan sekitar USD2,8 triliun atau lebih dari Rp50,2 kuadriliun (kurs Rp17.962/USD).

"Angka-angka ini menunjukkan kekalahan berat dan memalukan bagi Amerika," lanjut pernyataan IRGC.Garda Revolusi Iran menegaskan, "Kehadiran Amerika tidak hanya gagal membawa keamanan, tetapi justru menjadi sumber ketidakamanan, terorisme, dan ketidakstabilan di Asia Barat."

AS menginvasi Irak pada 2003 dan menggulingkan pemimpin lama negara tersebut, Saddam Hussein. Setelah itu, Washington melakukan sejumlah operasi berskala lebih kecil untuk melawan kelompok Islamic State atau ISIS, yang muncul pada 2014 di tengah kekacauan yang ditimbulkan oleh intervensi Amerika.

Menurut sejumlah perkiraan, lebih dari 1 juta warga sipil Irak tewas selama periode tersebut, sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.

"Dapat dikatakan dengan tegas bahwa pengusiran Amerika dari Irak merupakan awal dari pengusirannya dari seluruh Asia Barat...Amerika harus meninggalkan kawasan tersebut dan menyerahkan pengelolaan keamanan kepada masyarakat di kawasan itu sendiri," kata IRGC.

Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi pada Rabu mengatakan, "Penarikan pasukan AS menandai dimulainya fase baru yang ditandai oleh kedaulatan Irak, kekuatan institusinya, kesiapan pasukannya, kesatuan dalam pengambilan keputusan, serta kemitraan yang seimbang dengan negara-negara sahabatnya."Dalam unggahan di platform Truth Social pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menggambarkan keterlibatan Amerika di Irak sebagai "ekspedisi yang sangat mahal menuju neraka."

Menurut Trump, berakhirnya keterlibatan tersebut merupakan kemenangan bagi Washington maupun Baghdad. "Pengambilan keputusan yang sangat buruk yang membuat kami terlibat dalam rawa ini sejak awal," kata Trump.

Invasi Irak dilancarkan pada masa pemerintahan Presiden George W. Bush dengan alasan bahwa Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Tuduhan tersebut tidak pernah berhasil dibuktikan oleh Washington.

Trump sendiri memulai konflik dengan Iran pada akhir Februari dengan alasan mencegah negara tersebut memperoleh bom nuklir. Padahal, pada Juni sebelumnya, Trump mengeklaim program nuklir Republik Islam Iran telah dihancurkan sepenuhnya oleh serangan AS-Israel. Teheran berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak sedang mengembangkan senjata nuklir.

Posisi Washington di Timur Tengah juga mendapat pukulan selama perang Iran. Teheran merusak atau menghancurkan sejumlah infrastruktur penting militer AS, termasuk radar, sistem komunikasi, dan fasilitas militer lainnya di pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Bahrain, Yordania, Kuwait, dan negara lainnya.

Pentagon kini mempertimbangkan apakah akan mengurangi keberadaan militernya di kawasan tersebut setelah perang Iran berakhir, menurut laporan The Washington Post pada Agustus yang mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Sementara itu, upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis tersebut hingga kini masih mengalami kebuntuan.

Topik Menarik