Pakar Militer Ini Klaim Iran Melumpuhkan 2 Kapal Induk AS tanpa Perlu Menyerang
Harlan Ullman, pemimpin Killowen Group sekaligus pensiunan perwira senior Angkatan Laut AS yang pernah bertugas di kawasan Teluk, mengungkapkan Iran telah melumpuhkan dua kapal induk bertenaga nuklir AS tanpa perlu menyerang kapal-kapal tersebut secara langsung.
Kok bisa?
"Kapal induk Abraham Lincoln dan Gerald R. Ford harus menjalani perbaikan selama berbulan-bulan di galangan kapal setelah penugasan panjang tanpa perawatan," kata Harlan kepada Al Jazeera.
Itu berdampak serius bagi serangan AS ke Iran. "Serangan terbaru AS terhadap Iran kemungkinan akan tetap terbatas karena Washington menghadapi kendala operasional dan hanya tersisa sedikit target militer untuk diserang," jelasnya.
"Menurut perkiraan saya, pemerintahan [Trump] berusaha menjaga agar tindakan ini tetap sangat terbatas dan tidak benar-benar ingin melakukan eskalasi," ujarnya kepada Al Jazeera. Dia menambahkan bahwa "satu-satunya strategi yang mereka miliki adalah strategi penekanan ekonomi yang melumpuhkan".Berbicara dari Washington, DC, ia mengatakan pertanyaannya adalah "apakah Iran mampu bertahan lebih lama, atau apakah tekanan politik di sini akan memaksa Trump untuk mengupayakan semacam negosiasi".
Untuk melakukan eskalasi melampaui target-target saat ini, AS harus menyerang infrastruktur sipil, tindakan yang dapat dianggap sebagai kejahatan perang, katanya.
Ullman juga menyoroti peringatan dari para pejabat tinggi militer kepada pemerintah bahwa situasi ini mengganggu kesiapan pasukan AS di wilayah lain.
Sebelumnya, Presiden AS sempat ditanya apakah ia sedang mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran; pada hari Senin di Ruang Oval, ia bereaksi cukup marah atas pertanyaan tersebut, menyebutnya sebagai pertanyaan bodoh dan membantah bahwa ia sedang mempertimbangkan hal itu.Namun, dari unggahannya di Truth Social, terlihat bahwa presiden AS tidak hanya membenarkan serangan terbaru yang dilakukan Amerika Serikat, tetapi juga mengancam Iran dengan serangan yang mengancam eksistensinya, bahkan kehancuran total.
Dalam unggahan tersebut, ia menyatakan, "Jika negara gagal Iran membalas serangan yang sangat dapat dibenarkan ini, mereka akan diserang kembali dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat dan tingkat yang lebih tinggi."
Ia melanjutkan dengan mengatakan, "Setelah semuanya usai, hanya akan tersisa sedikit saja dari Republik Islam Iran."
Dengan demikian, presiden AS mengisyaratkan bahwa jika Iran terus melakukan eskalasi, negara itu akan menghadapi kehancuran total, bahkan pemusnahan.







