Putin Warning NATO Eropa: Rusia Gunakan Semua Jenis Senjata Jika Kaliningrad Diserang

Putin Warning NATO Eropa: Rusia Gunakan Semua Jenis Senjata Jika Kaliningrad Diserang

Global | sindonews | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 07:24
share

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan negara-negara NATO di Eropa bahwa Moskow akan mempertimbangkan penggunaan semua jenis senjata jika eksklave-nya, Kaliningrad, diserang. Dia juga menegaskan bahwa Moskow tidak berniat menyerang siapa pun.

Pernyataan itu disampaikan ketika ketegangan meningkat terkait Kaliningrad, wilayah Rusia yang memiliki militerisasi tinggi dan berbatasan dengan negara-negara NATO (Polandia dan Lithuania), serta Laut Baltik.

Baca Juga: Rusia Marah, Siap Gunakan Senjata Nuklir terhadap NATO

"Jika sampai terjadi serangan langsung terhadap Federasi Rusia...maka, tentu saja, persoalan mengenai penggunaan semua jenis senjata yang dimiliki Federasi Rusia akan segera dan tidak terhindarkan masuk dalam agenda. Ini tidak terelakkan," kata Putin dalam forum tahunan Valdai, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (2/10/2026).

Sebelumnya, pemerintah Rusia mengirim nota diplomatik kepada NATO yang berisi ancaman penggunaan senjata nuklir jika akses Moskow atas Kaliningrad diputus oleh negara-negara aliansi tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, negara-negara NATO menggelar sejumlah latihan militer di sepanjang perbatasan Kaliningrad. Hal tersebut mendorong Moskow mengeluarkan pernyataan yang mengecam apa yang disebutnya sebagai "pernyataan dan tindakan provokatif dari para pemimpin Aliansi Atlantik Utara dan negara-negara anggota NATO.""Rusia siap menggunakan seluruh persenjataan dan kemampuan yang dimilikinya, termasuk senjata nuklir, untuk mempertahankan wilayahnya jika negara-negara NATO melakukan upaya apa pun yang bertujuan mengisolasi Wilayah Kaliningrad dari bagian negara lainnya,” demikian isi nota diplomatik tersebut.

NATO kemudian mengecam ancaman penggunaan kekuatan oleh Rusia, termasuk segala retorika nuklir yang dianggap tidak bertanggung jawab.

Pada hari Kamis, Putin kembali mengecam latihan militer negara-negara NATO secara berturut-turut di Laut Baltik serta upaya untuk mencegat kapal-kapal Rusia. "Semua ini merupakan sebuah eskalasi," ujarnya.

"Kami tidak berniat menyerang siapa pun—baik pada 2029, 2030, maupun 2050," imbuh Putin.

"Namun, jika kami menghadapi agresi, kami akan terpaksa merespons. Warga negara-negara Eropa perlu memahami hal ini dengan jelas," paparnya.

Topik Menarik