Jika Iran Serang Israel, Zionis Siap Membalas dengan Kekuatan Besar

Jika Iran Serang Israel, Zionis Siap Membalas dengan Kekuatan Besar

Global | sindonews | Rabu, 2 September 2026 - 20:30
share

Menteri Pertahanan Israel pada hari Rabu mengatakan negaranya siap merespons "dengan kekuatan besar" jika diserang oleh Iran, setelah pasukan Iran menargetkan posisi militer AS di seluruh kawasan tersebut.

Israel Katz mengatakan pasukan Israel bersiap menghadapi kemungkinan serangan dari Iran selama musim hari raya besar Yahudi, yang dimulai pada pertengahan September.

"Untuk saat ini, mereka melakukan serangan di seluruh kawasan kecuali terhadap kami," ujarnya dalam konferensi yang diselenggarakan oleh situs berita Israel Ynet dan surat kabar Yedioth Ahronoth.

"Namun, ada kemungkinan mereka akan menyerang kami. Kami siap menghadapinya secara defensif," tambahnya.

Jika Iran menyerang, Israel akan "merespons dengan kekuatan besar, secara independen tanpa bergantung pada pihak lain," kata Katz, seraya menambahkan bahwa "pesawat-pesawat kami siap untuk lepas landas."

Pada hari Rabu, Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap lokasi-lokasi AS di seluruh Timur Tengah menyusul pemboman besar-besaran oleh Amerika.

Israel, yang memulai perang bersama Amerika Serikat pada akhir Februari, tetap tidak terlibat secara militer sejak Presiden Donald Trump mencapai kesepakatan gencatan senjata yang rapuh pada bulan April.

"Mereka gemar menyerang saat hari raya Yahudi karena mereka membenci orang Yahudi. Lihatlah berbagai peristiwa yang terjadi di masa lalu. Namun, kami siap baik secara defensif maupun ofensif, dalam koordinasi dengan Amerika Serikat terkait hal ini," kata Katz.

Pemerintah Iran—yang para pemimpinnya sangat anti-Israel dan mendukung kelompok bersenjata seperti Hamas—secara konstitusional mengakui komunitas Yahudi di negara itu, yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan jiwa.

Pada awal perang, Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran runtuh setelah Iran menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, pintu gerbang menuju kawasan Teluk yang kaya minyak dan dianggap oleh Teheran sebagai sarana penekan yang krusial.

Topik Menarik