Jenderal Arab Saudi: Drone Houthi Serang Gardu Listrik Masjid Nabawi Madinah
Brigadir Jenderal Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, mengumumkan bahwa kelompok Houthi Yaman telah meluncurkan serangan drone terhadap gardu distribusi listrik yang melayani Masjid Nabawi di kota suci Madinah.
Menurut jenderal Saudi tersebut, serangan drone itu terjadi pada Selasa lalu. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada transformator dan menyebabkan gardu distribusi listrik tidak dapat beroperasi.
Baca Juga: Putra Mahkota Mohammed bin Salman: Houthi Memilih Chaos, Arab Saudi Tak Akan Kompromi
Kendati demikian, kata al-Maliki, serangan itu tidak mengganggu jaringan listrik secara luas, sebagaimana dilaporkan Al Arabiya English, Jumat (2/10/2026).
Koalisi menyatakan bahwa penyelidikan dan pemeriksaan terhadap puing-puing drone telah memastikan bahwa kelompok Houthi bertanggung jawab atas serangan tersebut.Koalisi menuduh kelompok Houthi yang pro-Iran sengaja berupaya memancing sentimen jutaan umat Muslim di seluruh dunia dengan menargetkan situs-situs yang terkait dengan dua masjid paling suci dalam Islam. Pihaknya menyatakan akan terus mengambil langkah-langkah untuk mencegah tindakan Houthi dan memastikan perlindungan terhadap situs-situs suci.Pengumuman al-Maliki disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi, yang telah melancarkan kembali serangan terhadap kerajaan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Awal bulan ini, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud mengecam apa yang disebutnya sebagai upaya berulang Houthi untuk melanggar kesucian situs-situs suci Islam, setelah otoritas Saudi menyatakan bahwa milisi tersebut berupaya menargetkan Makkah. Namun, Houthi menyangkal telah berupaya menyerang Makkah dan menyebutnya sebagai kebohongan Saudi.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) juga mengatakan dalam pidato tahunannya di hadapan Dewan Syura pada hari Rabu bahwa kerajaan tidak akan ragu untuk merespons secara tegas setiap ancaman atau serangan terhadap keamanannya.
Pangeran MBS kemudian menyoroti Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang bersifat trilateral dengan Turki dan Pakistan—yang diresmikan pada bulan Agustus. "Aliansi ini menunjukkan niat kepemimpinan Saudi untuk memperkuat stabilitas kawasan, melindunginya dari dampak ketegangan dan konflik, serta mengoordinasikan berbagai upaya," paparnya.
Pada saat yang sama, sang putra mahkota mengatakan bahwa Arab Saudi melakukan segala upaya yang mungkin untuk meredakan ketegangan. "Dan mendukung solusi diplomatik tanpa sedikit pun kompromi dalam menjaga keamanan kami," ujarnya.






