Daftar 6 Bandara Alternatif saat Soetta Tutup Imbas Abu Vulkanik

Daftar 6 Bandara Alternatif saat Soetta Tutup Imbas Abu Vulkanik

Ekonomi | sindonews | Senin, 7 September 2026 - 17:25
share

Pemerintah menyiapkan enam bandara alternatif untuk menjaga konektivitas penerbangan di tengah penutupan sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut enam bandara tersebut dapat digunakan untuk mendukung pengalihan penerbangan dan mencegah penumpukan penumpang, dengan tetap mempertimbangkan kondisi operasional dan keputusan masing-masing maskapai.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah mendorong maskapai memanfaatkan bandara alternatif tersebut sesuai kebutuhan. Baca Juga: 8 Bandara Masih Ditutup Sampai Pagi Ini, Termasuk Halim dan Soetta

"Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang, baik yang akan datang maupun yang akan terbang. Ini yang kita harapkan supaya pengaturan penumpang bisa optimal," kata Dudy saat memantau Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (7/9/2026).

Kemenhub menegaskan penggunaan bandara alternatif tersebut tetap menyesuaikan kesiapan operasional masing-masing bandara, rute penerbangan, serta kebijakan maskapai.Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, dan instansi terkait untuk memastikan pengalihan penerbangan dapat dilakukan secara aman dan terkoordinasi. Baca Juga: 8 Bandara Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau, Tutup hingga 23.59 WIB

Sementara itu, sejumlah bandara masih ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hingga Senin pagi, penutupan operasional masih berlaku di Bandara Soekarno-Hatta, Radin Inten II, Budiarto, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, serta Husein Sastranegara hingga pukul 18.00 WIB.

Pemerintah mengimbau calon penumpang untuk memastikan status penerbangan kepada maskapai sebelum menuju bandara. Penumpang yang terdampak juga diminta mengikuti arahan maskapai terkait perubahan jadwal maupun pengalihan penerbangan.

Kemenhub menyatakan status operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi keselamatan penerbangan.

Adapun enam bandara yang disiapkan sebagai alternatif yakni:

1. Bandara Juanda, Jawa Timur.2. Bandara Adi Soemarmo, Jawa Tengah.3. Bandara Internasional Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.4. Bandara Adisutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta.5. Bandara Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah.6. Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat.

Topik Menarik