IHSG Awal Pekan Berakhir Tergelincir 0,25 ke 6.619, Sektor Keuangan Tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini ditutup melemah pada perdagangan, Senin (7/9/2026). IHSG turun 16,81 poin atau 0,25 dan terparkir di level 6.619 pada penghujung sesi.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG dibuka di level 6.652,09. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.610 sebagai level terendah hingga 6.667 sebagai level tertingginya padaa perdagangan hari ini. Tekanan terhadap pasar saham tercermin dari jumlah saham yang melemah.
Pada penutupan IHSG hari ini terpantau ada sebanyak 348 saham ditutup turun, sementara 300 saham menguat dan 315 saham lainnya tidak berubah. Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat 0,24, Sektor Kesehatan Topang Penguatan
Dari sisi transaksi, volume perdagangan mencapai 35,18 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp13,59 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,116 juta kali, sedangkan kapitalisasi pasar mencapai Rp11.575 triliun.
Secara sektoral, enam sektor tercatat berada di zona merah. Sektor keuangan turun 0,76, barang baku melemah 0,70, teknologi terkoreksi 0,61, properti turun 0,27, infrastruktur melemah 0,05, dan sektor primer turun 0,04.Di sisi lain, lima sektor berhasil menguat. Sektor perindustrian mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,25, disusul sektor energi yang naik 1,03 dan kesehatan sebesar 0,82. Sementara itu sektor Non-Primer menguat 0,08 dan transportasi naik tipis 0,03.
Baca Juga: IHSG Naik 1,82 dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Tercuan dan Terboncos
Adapun top gainers pada perdagangan hari ini dipimpin oleh Hedzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) yang menguat 34,72 ke level 97, Nusantara Almazia (NZIA) menguat 31,08 ke level 228, Haloni Jane (HALO) menguat 26,09 ke level 87.
Sementara itu jajaran top losers diisi oleh Harapan Duta Pertiwi (HOPE) melemah 14,71 ke level 232, Armada Berjaya Trans (JAYA) melemah 11,76 ke level 150, Mineral Sumberdaya Mandiri melemah (AKSI) melemah 9,88 ke level 292.
Dengan demikian, perdagangan saham pada awal pekan ini diwarnai tekanan jual, tercermin dari pelemahan IHSG dan lebih banyaknya saham yang ditutup turun dibandingkan saham yang menguat.








