5 Negara Penghasil Kopi Terbaik di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

5 Negara Penghasil Kopi Terbaik di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

Global | sindonews | Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:20
share

Negara penghasil kopi adalah negara-negara yang membudidayakan, memanen, dan mengolah biji kopi untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor global. Menurut data Statistik Tanaman tahun 2021 dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), negara-negara utama penghasil kopi terletak di Amerika Latin, Asia, dan Afrika. Amerika Latin—yang mencakup Brasil, Kolombia, Meksiko, Honduras, Guatemala, dan Peru—menghasilkan 55,5 kopi dunia dan 80 kopi Arabika dunia.

Setiap negara menghasilkan varietas biji kopi yang berbeda, menggunakan praktik pertanian yang khas, serta menerapkan metode panen dan pengolahan khusus dalam budidaya kopi. Brasil memimpin produksi kopi global. Sebagian besar kopi tumbuh di wilayah yang disebut "Sabuk Kopi" (Coffee Belt), yaitu kawasan di dekat garis khatulistiwa di antara 25° LU dan 30° LS. Sebagian besar negara Eropa tidak memproduksi kopi.

5 Negara Penghasil Kopi Terbaik di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

1. Brasil

Melansir Colipse Coffee, Brasil adalah produsen kopi terbesar di dunia, yang menyumbang sekitar sepertiga produksi global, menurut Dinas Pertanian Luar Negeri USDA. Pada tahun pemasaran 2024/2025, Brasil diproyeksikan memproduksi 69,9 juta karung kopi (ukuran 60 kg). USDA Foreign Agricultural Service merevisi angka tersebut menjadi 66,4 juta karung untuk tahun pemasaran 2024/2025—sekitar 5 lebih rendah dari perkiraan awal—terutama akibat kekeringan dan kebakaran hutan yang berdampak pada tanaman kopi. Wilayah penghasil kopi utama di Brasil adalah Minas Gerais, São Paulo, dan Paraná. Brasil terutama memproduksi biji kopi Arabika dan Robusta. Varietas kopi utama yang dibudidayakan di Brasil meliputi Mundo Novo, Catuáí, Bourbon, dan Typica.

Di Brasil, praktik budidaya kopi yang umum dilakukan mencakup penanaman dengan pohon peneduh (seperti pohon pisang atau tanaman legum) dan sistem tumpang sari dengan tanaman lain seperti jagung atau kacang-kacangan. Panen berlangsung antara bulan Mei dan September menggunakan metode seperti pemetikan selektif (mengambil buah yang sudah matang saja) dan memetik seluruh buah pada satu cabang sekaligus) Metode pengolahan kopi yang paling umum adalah metode natural (buah kopi dikeringkan secara utuh) dan pulped natural (sebagian daging buah dibuang sebelum proses pengeringan). Brasil telah menjadi produsen dan eksportir kopi terbesar selama lebih dari 150 tahun, yang memperkokoh dominasinya di pasar kopi global.

2. Vietnam

Vietnam adalah produsen kopi terbesar kedua di dunia dan produsen utama kopi Robusta, yang menyumbang sekitar 40 dari produksi global menurut International Coffee Organization. Pada tahun panen 2022/2023, Vietnam memproduksi 29,75 juta karung kopi (ukuran 60 kg) menurut data USDA Foreign Agricultural Service. Untuk tahun panen 2024/2025, produksi diperkirakan mencapai 29 juta karung (ukuran 60 kg), sebuah penurunan tipis sekitar 2,5 dibandingkan tahun 2022/2023. Wilayah Dataran Tinggi Tengah (Central Highlands), yang mencakup provinsi Dak Lak, Lam Dong, dan Gia Lai, mendominasi produksi dengan menghasilkan lebih dari 90 dari total output kopi Vietnam.

Robusta dan Arabika merupakan jenis biji kopi utama di Vietnam, dengan Robusta mencakup lebih dari 95 dari total produksi. Menurut Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI), varietas utama yang dibudidayakan meliputi TR4, TR9, dan SE1 untuk jenis Robusta, serta Catimor untuk jenis Arabika. Budidaya dengan paparan sinar matahari penuh merupakan praktik pertanian yang paling umum di Vietnam, meskipun sebagian perkebunan menggunakan pohon peneduh. Buah kopi yang telah matang dipetik secara selektif dengan tangan, sebuah proses yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Musim panen kopi di Vietnam biasanya berlangsung dari bulan Oktober hingga Desember, dengan adanya variasi waktu di berbagai wilayah. Metode pemrosesan alami di mana buah kopi dikeringkan secara utuh di bawah sinar matahari merupakan metode yang paling umum, menurut CBI.

3. Kolombia

Kolombia diakui secara global sebagai produsen utama kopi Arabika berkualitas tinggi. Pada tahun 2022, Kolombia memproduksi 11,1 juta karung kopi (ukuran 60 kg), menjadikannya produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam (ICO, 2023). Pada Tahun Pemasaran (MY) 2024/2025, angka tersebut meningkat menjadi 14,8 juta karung (USDA FAS), sebuah kenaikan sekitar 33 dibandingkan tahun 2022. Sebagian besar kopi Kolombia ditanam di kawasan "Coffee Cultural Landscape" (Lansekap Budaya Kopi), sebuah wilayah di pegunungan Andes yang dikenal memiliki kondisi ideal untuk pertumbuhan kopi. Jenis biji kopi utama yang diproduksi di Kolombia adalah Arabika, dengan varietas yang paling umum meliputi Caturra, Castillo, Colombia, dan Typica.Petani kopi Kolombia umumnya membudidayakan tanaman mereka di perkebunan keluarga berskala kecil, menggunakan metode tradisional seperti memetik buah kopi matang dengan tangan selama musim panen utama, yaitu bulan Oktober hingga Desember serta April hingga Juni. Metode pengolahan yang paling umum digunakan adalah metode basah yang melibatkan pemisahan daging buah sebelum biji kopi dikeringkan. Metode ini berkontribusi pada karakteristik rasa yang bersih dan cerah pada biji kopi Kolombia.

Kopi Kolombia memiliki karakteristik rasa manis cokelat dan karamel, yang sering kali disertai dengan nuansa apel, buah beri merah, dan sentuhan sitrus yang lembut. Profil rasanya bervariasi tergantung wilayah; kopi dari Cauca dikenal karena rasa manisnya dengan nuansa almond dan sarang lebah, sementara kopi dari Antioquia menawarkan profil rasa rempah dan kacang-kacangan. Huila, wilayah penghasil kopi terbesar di negara tersebut, menghasilkan kopi dengan tingkat keasaman yang cerah serta nuansa buah dan karamel.

4. Ethiopia

Ethiopia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia, yang berkontribusi sekitar 3–5 terhadap produksi kopi global menurut USDA (2023). Sebagai tempat asal kopi Arabika, Ethiopia sejak lama diperkirakan memproduksi sekitar 7,5 juta karung (ukuran 60 kg) per tahun. Pada Tahun Pemasaran 2024/2025, angka tersebut meningkat menjadi perkiraan 11,46 juta karung (USDA FAS)—sekitar 53 lebih tinggi dari angka dasar sebelumnya—seiring dengan meluasnya penanaman kembali pohon kopi tua menggunakan varietas yang lebih produktif. Wilayah penghasil kopi utama di Ethiopia meliputi Sidamo, Yirgacheffe, dan Harrar. Negara ini terutama memproduksi biji kopi Arabika, dengan varietas utama yang mencakup Typica, Heirloom, dan Bourbon.

5. Indonesia

Indonesia, sebagai negara penghasil kopi terbesar kelima di dunia, memproduksi sekitar 700.000 metrik ton kopi setiap tahunnya menurut World Coffee Research (WCR, 2023). Kondisi geografis dan iklim Indonesia yang beragam menciptakan lingkungan yang ideal untuk budidaya kopi.

Wilayah penghasil kopi utama di Indonesia meliputi Sumatra, Jawa, dan Sulawesi. Indonesia memproduksi empat jenis biji kopi utama: Arabika, Robusta, Liberika, dan Excelsa. Varietas kopi Indonesia yang banyak dibudidayakan antara lain Typica, Bourbon, dan Catimor.

Di Indonesia, budidaya kopi mengandalkan perkebunan rakyat dan sistem penanaman dengan naungan. Metode panen yang umum dilakukan meliputi pemetikan dengan tangan dan pemetikan selektif. Musim panen kopi di Indonesia bervariasi menurut wilayah, namun umumnya berlangsung antara bulan April dan Oktober.

Topik Menarik