Arab Saudi Kecam Serangan Drone di Dekat Pembangkit Nuklir UEA, tapi Tak Tuduh Iran

Arab Saudi Kecam Serangan Drone di Dekat Pembangkit Nuklir UEA, tapi Tak Tuduh Iran

Global | sindonews | Senin, 18 Mei 2026 - 11:24
share

Kerajaan Arab Saudi mengecam keras serangan pesawat nirawak (drone) di Uni Emirat Arab (UEA) yang menyebabkan kebakaran di luar perimeter dalam pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Barakah. Kecaman tersebut tanpa menuduh Iran sebagai pelaku serangan.

Kementerian Pertahanan UEA mengatakan telah berhasil mencegat dua drone, sementara drone ketiga menghantam generator listrik di dekat fasilitas nuklir di Wilayah al-Dhafra, Abu Dhabi.

Baca Juga: UEA Gagal Bujuk Arab Saudi dan Qatar untuk Perang Gabungan Keroyok Iran

Kementerian mengatakan drone tersebut masuk dari perbatasan barat, tetapi tidak memberikan detail lebih lanjut.

 

Kantor Media Abu Dhabi melaporkan bahwa otoritas darurat menanggapi insiden tersebut dan mengonfirmasi bahwa tidak ada korban luka.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan Kerajaan dengan tegas menolak "serangan terang-terangan" tersebut. "Ini mengancam keamanan dan stabilitas kawasan," katanya.Kementerian itu juga menegaskan kembali solidaritas Arab Saudi dengan UEA. "Dan dukungannya untuk semua langkah yang diambil untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayahnya," paparnya.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan kemudian menerima panggilan telepon dari Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed, di mana kedua pihak meninjau langkah-langkah keamanan setelah serangan tersebut, menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), Senin (18/5/2026).

Kementerian Luar Negeri UEA secara terpisah mengutuk serangan itu, menggambarkannya sebagai "eskalasi berbahaya".

"UEA menekankan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi ancaman apa pun terhadap keamanan dan kedaulatannya dalam keadaan apa pun," bunyi pernyataan kementerian tersebut.

Pada hari Minggu, penasihat presiden UEA, Anwar Gargash, menggambarkan penargetan fasilitas nuklir Barakah sebagai tindakan "teroris".

Dia mengatakan entah dilakukan langsung oleh Iran atau melalui salah satu proksinya, serangan tersebut merupakan perkembangan gelap yang melanggar semua hukum dan norma internasional. "Ini mencerminkan pengabaian kriminal terhadap nyawa warga sipil di UEA dan sekitarnya," paparnya.

"Tidak seorang pun akan memaksa UEA, atau berhasil merusak visi, keberhasilan, dan pesan inspiratifnya kepada masyarakat di kawasan ini yang berpusat pada keamanan, stabilitas, pembangunan, dan kemakmuran," imbuh dia.

Topik Menarik