2 Jet Tempur EA-18 AS Tabrakan, Jatuh, dan Meledak, 4 Awak Melontarkan Diri
Dua jet tempur EA-18 Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) bertabrakan, jatuh, dan meledak pada hari Minggu selama pertunjukan udara (air show) di Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home. Beruntung, keempat awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat.
Dua jet tempur yang bertabrakan adalah EA18-G Growler Angkatan Laut AS dari Skuadron Serangan Elektronik 129 di Whidbey Island, Washington. Demikian disampaikan juru bicara Armada Pasifik Angkatan Laut AS, Amelia Umayam, seperti dikutip dari NBC News, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Terungkap, 2 Jet Tempur F-15 Korsel Tabrakan di Udara karena Pilot Selfie
Pesawat-pesawat tersebut sedang melakukan demonstrasi udara ketika kecelakaan terjadi, kata Umayam dalam sebuah pernyataan. Menurutnya, kondisi pasti keempat awak sedang dievaluasi oleh petugas medis.
Tidak ada seorang pun di pangkalan militer yang terluka, menurut Kim Sykes, direktur pemasaran Silver Wings of Idaho, yang membantu merencanakan pertunjukan udara tersebut. "Semua orang selamat dan saya pikir itu yang terpenting," kata Sykes.Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home ditutup setelah insiden tersebut.Video yang diunggah secara online oleh para penonton menunjukkan empat parasut terbuka di langit saat pesawat jatuh ke tanah dan meledak di dekat pangkalan sekitar 80 kilometer selatan Boise.
Saksi mata, Shane Ogden, mengatakan dia sedang merekam kedua jet tempur tersebut saat mereka mendekat. Sebuah video yang dia rekam menunjukkan kedua pesawat tampak bersentuhan dan kemudian berputar bersamaan saat awak pesawat melontarkan diri dan parasut mereka terbuka. Pesawat-pesawat itu kemudian jatuh bersamaan, meledak menjadi bola api saat benturan terjadi dan awak pesawat jatuh ke tanah di dekatnya.
"Saya hanya merekam karena mengira mereka akan terpisah dan itu terjadi dan saya merekam sisanya," kata Ogden dalam pesan teks. Dia mengatakan dia pergi segera setelah kecelakaan itu karena tidak ingin menghalangi petugas penyelamat.
Penyelenggara acara mengatakan pertunjukan udara populer yang mencakup demonstrasi penerbangan dan terjun payung ini merupakan perayaan sejarah penerbangan dan gambaran kemampuan militer modern. Skuadron demonstrasi Thunderbirds Angkatan Udara AS menjadi bintang utama pertunjukan selama dua hari tersebut.
Layanan Cuaca Nasional melaporkan jarak pandang yang baik dan angin berembus hingga 29 mph sekitar waktu kecelakaan.Acara Gunfighter Skies tahun ini adalah yang pertama di pangkalan tersebut sejak 2018, ketika sebuah pesawat layang gantung tewas dalam kecelakaan selama pertunjukan udara.
Pada tahun 2003, sebuah pesawat Thunderbirds jatuh saat mencoba manuver. Pilot, yang tidak terluka, mampu mengarahkan pesawat menjauh dari kerumunan dan melontarkan diri kurang dari satu detik sebelum menabrak tanah.
Industri pertunjukan udara telah berupaya meningkatkan keselamatan selama bertahun-tahun di sekitar 200 acara yang diadakan setiap tahun di AS. Kecelakaan fatal terakhir di pertunjukan udara terjadi pada tahun 2022 ketika dua pesawat militer vintage bertabrakan di sebuah acara di Dallas dan menewaskan enam orang.
John Cudahy, presiden dan CEO International Council of Air Shows, mengatakan bahwa dulunya rata-rata ada sekitar dua kematian per tahun di pertunjukan udara AS. Tetapi selama dekade terakhir, rata-ratanya mendekati satu kematian per tahun.
Tidak ada kematian di pertunjukan udara pada tahun 2025 atau pun 2024, dan belum ada penonton yang tewas di pertunjukan udara sejak tahun 1952.
"Dari segi keselamatan, kita benar-benar menikmati periode yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan sedikit kecelakaan," kata Cudahy.
Departemen Transportasi Idaho (ITD) mengatakan SH-167 ditutup karena kecelakaan dan penyelidikan dari Simco Rd ke SH-67 dekat Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home. ITD menyatakan penutupan ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari.










