Dahsyatnya Balas Dendam Ukraina, Luncurkan Hampir 600 Drone Sekaligus ke Rusia, 4 Tewas
Ukraina telah meluncurkan hampir 600 drone sekaligus dalam serangan besar-besaran terhadap Rusia pada hari Minggu. Serangan tersebut, yang merupakan terbesar dalam lebih dari setahun, telah menewaskan empat orang.
Serangan ratusan drone itu diklaim sebagai pembalasan setelah serangan Rusia di Kyiv menewaskan 24 orang dan melukai sekitar 50 orang lainnya pada pekan lalu.
Baca Juga: Zelensky: Rusia Pertimbangkan Serang Negara NATO dari Belarusia
Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim sistem pertahanan udara telah menembak jatuh 556 drone semalam dan 30 drone lainnya dinetralisir setelah fajar.
Menurut pihak berwenang, tiga orang tewas di wilayah Moskow dan satu orang di wilayah Belgorod.“Seorang wanita tewas akibat serangan UAV yang menghantam sebuah rumah pribadi. Satu orang lagi terjebak di bawah reruntuhan,” tulis Gubernur Wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, di Telegram, menambahkan bahwa serangan itu juga menewaskan dua pria.“Sejak pukul 03.00 pagi, pasukan pertahanan udara telah menangkis serangan UAV skala besar di wilayah ibu kota,” lanjut dia, seperti dikutip kantor berita TASS, Senin (18/5/2026).
Dia menambahkan bahwa empat orang terluka dan fasilitas infrastruktur menjadi sasaran.
Di ibu kota Rusia, otoritas setempat melaporkan bahwa sistem pertahanan udara telah mencegat lebih dari 80 drone semalam, melukai 12 orang.
“Kerusakan kecil telah tercatat di lokasi tempat puing-puing berjatuhan,” tulis Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin di Telegram.
Meskipun wilayah ibu kota sering menjadi sasaran serangan drone, kota Moskow, sekitar 400 km dari perbatasan Ukraina, lebih jarang menjadi sasaran.Di wilayah Belgorod yang berbatasan dengan Ukraina, seorang pria tewas semalam di distrik Shebekino dalam serangan drone terhadap sebuah truk, kata otoritas regional.
"Sepenuhnya Dibenarkan"
Serangan tersebut terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada pekan lalu bersumpah untuk melancarkan serangan balasan atas serangan rudal Rusia terhadap sebuah gedung apartemen di Kyiv yang menewaskan 24 orang, termasuk tiga anak.“Ukraina tidak akan membiarkan serangan agresor yang merenggut nyawa rakyat kami lolos tanpa hukuman,” katanya pada hari Jumat.
Zelensky menanggapi serangan hari Minggu dalam sebuah unggahan di X, membagikan rekaman drone yang terbang di atas dan asap hitam tebal yang memenuhi udara saat pihak berwenang mencoba memadamkan api di sebuah lokasi di Rusia.
“Tanggapan kami terhadap perpanjangan perang Rusia dan serangannya terhadap kota-kota dan komunitas kami sepenuhnya dibenarkan. Kali ini, hukuman jarak jauh Ukraina mencapai wilayah Moskow, dan kami dengan jelas mengatakan kepada Rusia: negara mereka harus mengakhiri perangnya,” tulisnya dalam unggahan tersebut bersamaan dengan rekaman video yang dibagikan.“Konsentrasi pertahanan udara Rusia di wilayah Moskow adalah yang tertinggi. Tetapi kami mengatasinya. Kejayaan bagi Ukraina!” imbuh Zelensky.
Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik telah menemui jalan buntu, karena Kyiv tidak bersedia menerima tuntutan maksimalis Moskow untuk wilayah di kawasan Donbas timur.
Meskipun Amerika Serikat (AS) telah mendorong kedua pihak untuk duduk di meja perundingan, pembicaraan tersebut tampak terhenti sejak perhatian Washington beralih ke perang AS-Israel melawan Iran pada bulan Februari.
Setelah berakhirnya gencatan senjata tiga hari pada hari Selasa untuk memperingati ulang tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II—yang mana kedua pihak saling menuduh pihak lain melanggarnya—Moskow dan Kyiv kembali saling menyerang.










