Penembakan Massal Guncang Meksiko, 10 Tewas, Termasuk 6 Orang Sekeluarga

Penembakan Massal Guncang Meksiko, 10 Tewas, Termasuk 6 Orang Sekeluarga

Global | sindonews | Senin, 18 Mei 2026 - 12:54
share

Insiden penembakan massaltelah mengguncang Meksiko pada Minggu dini hari waktu setempat. Penembakan ini, yang diduga merupakan perselisihan rumah tangga, menewaskan 10 orang, termasuk 6 orang dari satu keluarga.

Ini merupakan gelombang kekerasan terbaru di negara yang sedang bersiap untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2026 yang dimulai bulan depan.

Baca Juga: Pria Bersenjata Tembak Mati 6 Orang di Supermarket Kyiv, Pelaku Dikenal sebagai Pembenci Yahudi

Ke-10 korban tewas adalah enam pria, tiga wanita, dan seorang anak di bawah umur. Semua korban berada di sebuah rumah di kota Tehuitzingo, yang terletak sekitar 200 kilometer (125 mil) selatan Mexico City. Demikian disampaikan pemerintah negara bagian Puebla dalam sebuah pernyataan.

Jaksa Penuntut Umum Negara Bagian Puebla, Idamis Pastor, mengatakan sembilan orang tewas di tempat kejadian akibat luka tembak dan seorang wanita meninggal saat diangkut ke rumah sakit.

"Teori kerja kami dalam penyelidikan adalah bahwa ini adalah masalah yang berkaitan dengan keluarga," kata Pastor, yang dilansir AFP, Senin (18/5/2026).Menurut Pastor, dari 10 korban, enam adalah anggota dari satu keluarga, dan empat lainnya adalah pekerja.

Laporan media lokal menyebutkan penembakan terjadi sekitar pukul 01.55 waktu setempat, ketika tetangga mendengar suara tembakan.

Para pejabat telah berjanji akan memberikan respons multi-arah terhadap serangan tersebut, dengan melibatkan Garda Nasional, Kantor Kejaksaan Agung negara bagian, dan kepolisian negara bagian dan lokal, serta upaya intelijen, analisis, dan koordinasi antarlembaga.

Kemampuan Meksiko untuk memerangi kejahatan kekerasan telah menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir, karena menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan pengawasan ketat menjelang Piala Dunia FIFA.

Pertandingan perdana turnamen sepak bola tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni di Mexico City, di mana pertandingan pembuka akan mempertemukan negara tuan rumah melawan Afrika Selatan.Menjelang pertandingan tersebut, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum telah berjanji untuk meningkatkan keamanan, termasuk melalui pengerahan 100.000 personel keamanan, yang terdiri dari pasukan Garda Nasional, petugas polisi, dan karyawan dari perusahaan keamanan swasta.

Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah 13 pertandingan di tiga kota tuan rumah: Monterrey, Mexico City, dan Guadalajara. Namun, serangkaian tindakan kekerasan yang menonjol telah menimbulkan pertanyaan tentang keamanan menjelang acara tersebut.

Pada bulan April, seorang pria bersenjata membunuh seorang turis Kanada dan melukai 13 lainnya di Teotihuacan, sebuah kota pra-Kolombia dan situs Warisan Dunia UNESCO di dekat Kota Meksiko yang piramidanya telah lama menarik wisatawan.

Sebelum itu, pada bulan Februari, gelombang kekerasan pecah di negara itu setelah pasukan Meksiko membunuh pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), Nemesio “El Mencho” Oseguera. CJNG merupakan salah satu kartel narkoba terkejam di Meksiko.

Meksiko telah lama bergumul dengan kekerasan kartel nakorba, sebuah masalah yang menurut para kritikus telah diperparah oleh korupsi di dalam pemerintahan dan penegak hukum.Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengisyaratkan bahwa mereka bahkan mungkin mengambil tindakan sepihak di wilayah Meksiko, meskipun Sheinbaum memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan negaranya.

“Kartel-kartel Meksiko memicu dan mengatur sebagian besar pertumpahan darah dan kekacauan di belahan bumi ini, dan pemerintah Amerika Serikat akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan nasional kita,” kata Trump pada bulan Maret.

Meksiko mengalami penurunan angka pembunuhan pada tahun 2025, turun 19,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut organisasi nirlaba Insight Crime.

Namun, para kritikus memperingatkan bahwa penurunan tersebut diperumit oleh tingginya angka penghilangan orang di negara tersebut.

Topik Menarik