Jenderal Iran Balas Ancaman Agresi AS: Amerika Akan Menerima Pukulan Menghancurkan!
Juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi telah membalas ancaman agresi lanjutan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negara Islam tersebut. Dia mengatakan setiap tindakan militer “bodoh” Washington terhadap Teheran akan dibalas dengan respons yang keras dan menghancurkan.
Berbicara kepada wartawan mengenai ancaman agresi lanjutan dari Washington, Shekarchi menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi yang lebih berat jika mencoba menargetkan Iran lagi.
Baca Juga: AS dan Israel Bersiap Bombardir Iran Lagi, Paling Cepat Minggu Depan
“Mengulangi tindakan bodoh apa pun untuk mengimbangi hilangnya muka Amerika dalam ‘Perang Ketiga yang Dipaksakan’ terhadap Iran tidak akan menghasilkan apa pun bagi negara itu selain menerima pukulan yang lebih keras dan menghancurkan,” kata Shekarchi.
Pejabat senior militer tersebut mengeklaim bahwa pemerintahan AS beroperasi dari posisi putus asa dan memperingatkan bahwa pasukan Iran siap untuk mengerahkan tindakan taktis agresif dan tanpa pemberitahuan jika terjadi konflik.
“Presiden AS [Donald Trump] yang putus asa harus tahu bahwa jika ancaman ini terwujud dan agresi baru dilancarkan terhadap Iran Islam, aset dan militer mereka yang telah menipis akan menghadapi skenario baru, ofensif, mengejutkan, dan seperti badai,” kata Shekarchi, seperti dikutip WANA News Agency, Senin (18/5/2026).Jenderal tersebut menyimpulkan dengan memperingatkan bahwa pasukan AS akan mendapati diri mereka terjebak dalam krisis yang mereka ciptakan sendiri. "Mereka akan tenggelam dalam rawa yang mereka buat sendiri, yang merupakan akibat langsung dari kebijakan petualang presiden tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, The New York Times pada pekan lalu melaporkan AS dan Israel sedang mempersiapkan serangan gabungan lagi terhadap Iran. Mengutip dua pejabat Timur Tengah, laporan itu menyebutkan bahwa serangan terbaru paling cepat dimulai minggu depan.
Seorang pejabat senior Israel, yang dikutip Channel 12 pada hari Minggu, mengatakan bahwa Israel sedang bersiap untuk perang yang akan segera terjadi dan menunggu Presiden AS Donald Trump untuk memutuskan bagaimana melanjutkan negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri konflik.
“Amerika memahami bahwa negosiasi dengan Iran tidak akan membuahkan hasil,” klaim pejabat tersebut, yang menolak disebutkan namanya.
“Kami sedang bersiap untuk pertempuran selama beberapa hari hingga beberapa minggu dan menunggu keputusan akhir Trump. Kami akan tahu lebih banyak dalam 24 jam,” ujarnya. Tidak jelas mengapa pejabat tersebut menyebutkan jangka waktu 24 jam.
Sementara itu, Trump melontarkan ancaman terbaru terhadap Iran untuk segera membuat kesepakatan dengan AS. Dia mengatakan "waktu terus berjalan".
"Mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka," tulisnya di akun Truth Social-nya, @realDonaldTrump. "WAKTU SANGAT PENTING!" lanjut dia.










