Ini Alasan Dokter Selalu Tanya Sudah Kentut atau Belum ke Pasien Setelah Operasi

Ini Alasan Dokter Selalu Tanya Sudah Kentut atau Belum ke Pasien Setelah Operasi

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 5 November 2026 - 09:05
share

BAGI kamu yang pernah menjalani operasi medis, terutama dengan bius total, tentu tidak asing dengan satu pertanyaan wajib yang kerap dilayangkan tim dokter saat visit ke ruang rawat inap. Apakah sudah kentut atau belum?

Meski terdengar menggelitik dan terkesan sepele. Namun, pertanyaan ini ternyata memegang peranan sangat krusial dalam menentukan masa pemulihan seorang pasien pascaoperasi.

1. Alasan Selalu Sudah Tanya Kentut

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan bahwa pertanyaan sederhana tersebut merupakan tolok ukur utama untuk memantau apakah organ pencernaan pasien sudah kembali berfungsi normal atau belum setelah terpapar obat pembius.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 31 Oktober 2026, dr. Tirta menyebutkan bahwa pembiusan baik anestesi total maupun lokal secara otomatis menonaktifkan atau menurunkan berbagai aktivitas otonom tubuh, termasuk pergerakan usus.

“Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan dokter spesialis atau dokter calon spesialis atau dokter umum yang jaga bangsal kepada semua pasien habis operasi di visit. Pertanyaan pertama adalah 'sudah kentut apa belum?' Apalagi kalau bius total,” ujar dr. Tirta. 

 

2. Proses Anestesi

dr. Tirta melanjutkan, proses anestesi membuat aktivitas usus berkurang secara drastis. Ketika pasien disadarkan kembali oleh dokter anestesi, usus tidak langsung bekerja seketika, melainkan membutuhkan waktu beberapa jam untuk memulihkan fungsi geraknya secara perlahan.

“Nah, ciri khas efek anestesi sudah hilang total adalah ketika usus tersebut sudah mulai melakukan aktivitasnya lagi, gerakan peristaltik, sehingga muncul kentut,” tambahnya.

Sebaliknya, jika pasien tak kunjung mengeluarkan gas kentut dalam jangka waktu tertentu, hal itu menjadi pertanda bahwa pengaruh obat anestesi di dalam tubuh masih cukup tinggi atau sistem pencernaan belum sepenuhnya terbangun. Kondisi ini menuntut penanganan atau pemantauan ekstra dari tim medis.

“Kalau dia tidak kentut-kentut, berarti obat anestesinya masih banyak dan dokter anestesi akan visit lagi. Biasanya yang visit itu dokter anestesi, bisa di hari pertama, hari kedua sampai kentut,” ungkap dr. Tirta.

Itulah mengapa pasien pasca operasi selalu ditanya apakah sudah kentut atau belum.

“Itu alasan kenapa kok orang yang habis operasi total, apalagi operasi besar, selalu ditanya 'udah kentut belum, Pak?', 'udah kentut belum, Bu?'. Kalau belum nanti ditulis jamnya, dan itu urusan koas biasa yang visit bangsal,” pungkasnya.

Topik Menarik