Kunto Aji Kena Teror Buzzer, Rumahnya Dikirimi Orderan Ojol Fiktif Ratusan Ribu Rupiah

Kunto Aji Kena Teror Buzzer, Rumahnya Dikirimi Orderan Ojol Fiktif Ratusan Ribu Rupiah

Gaya Hidup | inews | Kamis, 5 November 2026 - 08:14
share

JAKARTA, iNews.id - Penyanyi Kunto Aji mengaku pernah mengalami teror akibat aktivitasnya menyuarakan keresahan publik di media sosial. Salah satu bentuk teror yang dialaminya berupa pesanan makanan dan minuman fiktif melalui ojek online (ojol) senilai ratusan ribu rupiah yang dikirim ke rumahnya.

Pelantun lagu Rehat tersebut mengungkapkan serangan yang diterimanya tidak hanya sebatas komentar negatif atau pesan langsung (DM). Teror bahkan merambah ke ranah pribadi hingga menyasar alamat tempat tinggalnya.

Kunto Aji menceritakan, kejadian tersebut berlangsung pada 2026, ketika salah satu unggahan kritisnya ramai diperbincangkan di media sosial.

"Aneh enggak masuk akal? Dikirimin Gojek enggak dibayar kali ya. Gojek makanan banyak banget gitu tiba-tiba di alamat rumah. Pada saat lagi ramenya satu cuit yang rame gitu tiba-tiba dikirimin yang belum dip (dibayar)," ujar Kunto Aji saat ditemui awak media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Musisi asal Yogyakarta itu menyebut nilai pesanan fiktif yang datang ke rumahnya mencapai ratusan ribu rupiah. Pesanan tersebut terdiri atas makanan dan minuman yang diantarkan oleh dua pengemudi ojol.

"Berapa ratus ribu sih. Pokoknya makanan dan minuman dua ojol tiba-tiba datang, kayak gitu," katanya.

Kunto Aji Tak Gentar Hadapi Teror Buzzer

Meski teror tersebut menyasar alamat tempat tinggalnya, Kunto Aji mengaku cukup beruntung karena baru saja pindah rumah. Kondisi itu membuatnya tidak mengetahui secara langsung situasi di kediamannya saat kejadian berlangsung.

"Kebetulan saya baru pindah rumah. Jadi situasinya saya enggak tahu di rumah saya yang sebelah sana, jadi saya berpindah-pindah aja," ujarnya.

Kunto Aji menegaskan tidak gentar menghadapi risiko tersebut. Baginya, serangan dari buzzer di dunia maya menjadi salah satu konsekuensi yang harus dihadapi ketika seseorang berani menyampaikan pendapat secara terbuka.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana serangan di media sosial dapat merembet hingga ke kehidupan pribadi. Teror pesanan fiktif juga berpotensi merugikan pengemudi ojol yang harus mengantarkan makanan dan minuman tanpa kepastian pembayaran.

Topik Menarik