Mitos atau Fakta: Risiko Ambeien Meningkat Gara-Gara Main HP di Toilet?
KEBIASAAN membawa smartphone atau ponsel pintar ke dalam toilet tampaknya sudah menjadi fenomena umum bagi masyarakat modern. Membaca pesan, mengulas media sosial, hingga menonton video singkat sering kali dijadikan cara pas untuk membunuh rasa bosan saat buang air besar (BAB).
Namun, di balik kenyamanan sesaat tersebut, ada ancaman kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Bahkan, risiko ambeien bisa meningkat.
1. Bahaya Main HP di Toilet
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, membeberkan bahwa kebiasaan menatap layar ponsel di bilik toilet dapat mendatangkan risiko gangguan kesehatan yang signifikan. Salah satunya ambeien atau hemoroid.
"Gue jadi takut main HP di toilet setelah baca jurnal ini. Jadi ada penelitian pada 125 orang dewasa, kemudian dilihat kebiasaannya menggunakan HP di toilet," ujar dr. Adam Prabata dalam sebuah unggahan di akun Threads miliknya.
Ungkapan dr. Adam bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada temuan ilmiah terbaru dari studi bertajuk Smartphone use on the toilet and the risk of hemorrhoids oleh Ramprasad dkk. (2025).
Dari riset tersebut, terungkap korelasi yang cukup mengejutkan antara penggunaan gawai di toilet dengan munculnya pembengkakan pembuluh darah di area anus.
"Hasilnya ternyata menunjukkan bahwa risiko ambeien meningkat 46 persen lebih tinggi pada orang yang main HP di toilet," lanjutnya.
2. Durasi Waktu di Toilet
Secara medis, peningkatan risiko ini berkaitan erat dengan durasi waktu yang dihabiskan seseorang saat duduk di atas kloset. Asyik meluncur di layar ponsel kerap membuat orang lupa waktu, sehingga tubuh berada dalam posisi duduk membungkuk lebih lama dari yang seharusnya.
"Alasannya karena orang yang main HP di toilet itu cenderung duduk lebih lama, sehingga tekanan pada area pembuluh darah di sekitar anus dan rektum jadi meningkat. Akibatnya muncul benjolan yang menjadi hemorrhoid atau ambeien," jelas dr. Adam.
Tekanan berlebih akibat gaya gravitasi dan posisi duduk berlama-lama tersebut membuat aliran darah terhambat, hingga memicu pembengkakan pada jaringan pembuluh darah di area rektum.
Untuk mencegah timbulnya benjolan yang mengganggu aktivitas sehari-hari ini, dr. Adam menyarankan agar setiap orang mulai mengubah kebiasaan kecil saat berada di kamar mandi. Membatasi durasi serta memisahkan gawai dari aktivitas buang air menjadi langkah awal yang paling efektif.
"Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah membatasi waktu di toilet hanya 3-5 menit dan kurangi membawa HP agar durasi duduk bisa berkurang," pungkasnya.









