Profil Nathalia Filgueiras, Kopilot Jet Pribadi Learjet yang Jatuh di Florida

Profil Nathalia Filgueiras, Kopilot Jet Pribadi Learjet yang Jatuh di Florida

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 5 November 2026 - 06:05
share

PROFIL Nathalia Gadelha Filgueiras menjadi perhatian publik setelah dirinya diketahui menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat jet pribadi Learjet 60 di Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 1 November 2026.

Perempuan berusia 20 tahun tersebut merupakan kopilot atau first officer pesawat yang jatuh saat melakukan penerbangan dari Austin, Texas, menuju Bahama. Kecelakaan tragis itu menewaskan seluruh sembilan orang yang berada di dalam pesawat.

Di balik peristiwa tersebut, Nathalia memiliki perjalanan hidup yang menarik. Ia dikenal sebagai penerbang muda yang telah memiliki lisensi pilot sejak usia 17 tahun. Bahkan, sebelum meninggal dunia, ia telah mengumpulkan lebih dari 1.300 jam pengalaman terbang.

Cita-citanya menjadi pilot sudah tumbuh sejak remaja. Nathalia juga dikenal sebagai sosok yang tekun mengejar impian hingga berhasil bekerja secara profesional di dunia penerbangan. Berikut profil, pendidikan, dan perjalanan karier Nathalia Filgueiras.

1. Profil dan Biodata Nathalia Filgueiras

Nathalia Gadelha Filgueiras merupakan penerbang muda asal Amerika Serikat yang memiliki latar belakang keluarga Brasil. Ia lahir dan tumbuh di Florida, tepatnya di kawasan Boca Raton, Palm Beach County.

Ketertarikannya terhadap dunia penerbangan dipengaruhi oleh sang ayah, Allan Filgueiras, yang juga berprofesi sebagai pilot rekreasional. Sejak kecil, Nathalia sudah akrab dengan pesawat. Sang ayah kerap memperkenalkannya pada dunia penerbangan, termasuk mengajaknya terbang menggunakan pesawat kecil.

Pengalaman tersebut kemudian menumbuhkan keinginan Nathalia untuk mengikuti jejak ayahnya menjadi pilot profesional.

2. Pendidikan Nathalia Filgueiras

Nathalia menempuh pendidikan menengah di West Boca Raton Community High School, Florida. Ketika masih duduk di bangku sekolah, ia mengikuti program Aviation and Aerospace Academy, sebuah program pendidikan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari dunia penerbangan.

Program tersebut membekali peserta dengan pengetahuan dasar penerbangan, pembelajaran di kelas, serta pengalaman menggunakan simulator penerbangan. Melalui program tersebut, Nathalia mendapatkan dukungan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pilot.

Salah satu pencapaian pentingnya adalah ketika berhasil memperoleh lisensi pilot privat pada September 2023, saat usianya baru 17 tahun. Proses pelatihan penerbangannya juga berlanjut melalui American Flyers, sekolah penerbangan yang memiliki fasilitas pelatihan di Florida.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah dan pelatihan penerbangan, Nathalia terus mengembangkan kemampuannya hingga memperoleh kualifikasi sebagai pilot komersial.

3. Sudah Memiliki Lisensi Pilot Sejak Usia 17 Tahun

Salah satu hal yang membuat sosok Nathalia menarik perhatian adalah keberhasilannya mendapatkan lisensi pilot privat ketika masih berusia 17 tahun. Pencapaian tersebut tergolong istimewa karena sebagian besar remaja seusianya masih berfokus pada pendidikan sekolah menengah.

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal pada 2023, Nathalia pernah menceritakan kebanggaannya karena sudah bisa menerbangkan pesawat sebelum memiliki surat izin mengemudi mobil. Ia bahkan sempat bercanda bahwa dirinya bisa menerbangkan pesawat meskipun belum bisa mengendarai mobil.

Bagi Nathalia, menerbangkan pesawat bukan sekadar hobi, melainkan cita-cita yang ingin diwujudkan sebagai profesi. Sang kakak, Giulia Filgueiras, juga mengungkapkan bahwa adiknya sudah memiliki impian menjadi pilot sejak berusia sekitar 12 tahun.

Kecintaan terhadap dunia penerbangan tersebut terus dipertahankannya hingga berhasil bekerja sebagai pilot profesional.

 

4. Memiliki Lebih dari 1.300 Jam Terbang

Setelah memperoleh lisensi pilot privat, Nathalia tidak berhenti mengembangkan kemampuan terbangnya. Ia melanjutkan pendidikan dan pelatihan penerbangan hingga memperoleh lisensi pilot komersial.

Menurut keterangan keluarga dan pemberitaan media Amerika Serikat, Nathalia telah mengumpulkan lebih dari 1.300 jam terbang sebelum kecelakaan terjadi. Ia juga sempat bekerja sebagai instruktur penerbangan sebelum mendapatkan pekerjaan sebagai pilot komersial.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya di industri penerbangan. Pada saat kecelakaan terjadi, Nathalia bertugas sebagai first officer atau kopilot Learjet 60.

Posisi ini memiliki tanggung jawab membantu kapten dalam menjalankan penerbangan, termasuk komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara, navigasi, dan pemantauan kondisi pesawat. Penting diketahui bahwa posisi kopilot berbeda dengan pilot-in-command atau kapten yang memiliki tanggung jawab utama atas penerbangan.

5. Menjadi Kopilot Jet Pribadi Learjet 60

Sebelum meninggal dunia, Nathalia bekerja sebagai kopilot pada pesawat jet pribadi Learjet 60 yang dioperasikan perusahaan penerbangan carter Upper Jets. Pesawat tersebut memiliki nomor registrasi N722BD dan melakukan penerbangan dari Austin-Bergstrom International Airport di Texas menuju North Eleuthera Airport di Bahama.

Penerbangan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026. Dalam penerbangan tersebut, Nathalia bertugas bersama seorang pilot lainnya. Pesawat juga membawa sejumlah penumpang.

Berdasarkan informasi yang diberitakan media Amerika Serikat, Nathalia telah bekerja sebagai pilot komersial selama sekitar sembilan bulan sebelum kecelakaan terjadi. Keluarganya mengaku bangga karena Nathalia berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi penerbang profesional di usia muda.

6. Kronologi Kecelakaan Learjet 60 di Florida

Kecelakaan pesawat yang membawa Nathalia terjadi di kawasan Palm Beach County, Florida, dekat Greenacres. Pesawat Learjet 60 tersebut dilaporkan mengalami masalah ketika berada dalam penerbangan menuju Bahama.

Berdasarkan informasi awal dari komunikasi pengatur lalu lintas udara, awak pesawat sempat melaporkan adanya kondisi lapisan es atau icing pada pesawat, disertai turbulensi dan hujan. Awak pesawat kemudian meminta izin untuk naik ke ketinggian 37.000 kaki.

Namun, situasi berubah dengan cepat. Pesawat mengalami penurunan ketinggian secara drastis sebelum akhirnya jatuh di kawasan permukiman dekat Military Trail. Rekaman komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara memperlihatkan awak pesawat sempat menyampaikan peringatan darurat atau mayday.

Dalam komunikasi tersebut, terdengar laporan mengenai penurunan pesawat hingga 10.000 kaki per menit, kemudian muncul laporan kondisi overspeed atau kecepatan berlebih. Pesawat akhirnya menghantam tanah dan terbakar.

Seluruh sembilan orang yang berada di dalam Learjet 60 meninggal dunia. Namun, penyebab resmi kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh National Transportation Safety Board (NTSB) bersama Federal Aviation Administration (FAA).

Topik Menarik