Bahlil Lantik Arsyadany Ghana Akmalaputri Jadi Dirjen Ketenagalistrikan
JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik mantan Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM. Arsyadany menggantikan Tri Winarno yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Ketenagalistrikan.
Pelantikan tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, seusai agenda pelantikan pejabat eselon I dan eselon II di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (2/11/2026).
"Pelantikan Dirjen Gatrik (Ketenagalistrikan), Ibu Arsyadany Ghana Akmalaputri. Selain itu ada beberapa eselon II di Gatrik, Migas, dan Inspektorat Jenderal," ujar Tri saat ditemui di sela-sela acara pelantikan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) juga mengalami pergeseran jabatan.
Beberapa posisi yang mengalami perubahan antara lain Direktur Infrastruktur serta sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang mendapatkan promosi jabatan.
"Migas ada beberapa pergeseran, misalnya Direktur Infrastruktur, kemudian ada yang dari koordinator kita promosikan menjadi direktur," tambah Laode.
Sebagai informasi, Arsyadany Ghana Akmalaputri merupakan profesional yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Distribusi PLN. Ia diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2025.
Arsyadany mengawali kariernya di PT PLN (Persero) pada 2006 sebagai Senior SCADA IT Specialist di Bali Distribution Control Area.
Sebelum menjabat sebagai Direktur Distribusi PLN, Arsyadany pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Vice President Public Relation pada Divisi Corporate Communication dan CSR PLN.
Selama berkarier di PLN, Arsyadany juga mengembangkan sejumlah inovasi digital. Salah satunya adalah New E-Arsip, aplikasi pengelolaan dokumen berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan optical character recognition (OCR).
Iqbal Dwi Purnama










