BEI Bidik IPO dari KEK dan Danantara untuk Pacu Emiten Baru pada 2027

BEI Bidik IPO dari KEK dan Danantara untuk Pacu Emiten Baru pada 2027

Ekonomi | okezone | Senin, 2 November 2026 - 15:19
share

LOMBOK – Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta kelompok usaha di bawah naungan Danantara sebagai sumber potensial calon emiten baru pada 2027. Langkah ini menjadi salah satu strategi BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan yang mencatatkan saham di pasar modal.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, peluang pencatatan saham masih terbuka seiring dengan optimisme terhadap perbaikan kondisi pasar modal global dan domestik.

Menurut dia, sektor manufaktur di KEK memiliki potensi menjadi sumber calon emiten baru. Hal ini sejalan dengan ekspansi kapasitas produksi perusahaan di kawasan tersebut yang membutuhkan pendanaan jangka panjang.

Jeffrey menilai, pembangunan pabrik di kawasan industri terpadu membutuhkan pembiayaan besar sehingga perusahaan tidak dapat hanya mengandalkan pinjaman perbankan. Dalam hal ini, pasar modal dapat menjadi alternatif sumber pendanaan.

“Pabrik-pabrik manufaktur yang dibangun di kawasan ekonomi khusus tentu membutuhkan pendanaan dan tidak bisa sepenuhnya dari perbankan. Pasar modal bisa menjadi salah satu alternatif,” ujar Jeffrey dalam Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026, Sabtu (31/10/2026).

Selain perusahaan di KEK, BEI juga melihat peluang pencatatan saham dari proses restrukturisasi dan penataan ulang portofolio badan usaha milik negara (BUMN) di bawah Danantara.

Jeffrey menilai, proses konsolidasi tersebut berpotensi menghasilkan entitas bisnis dengan struktur organisasi yang lebih ramping (leaner), fundamental yang kuat, serta kondisi keuangan yang lebih sehat.

Menurut dia, pencatatan saham perusahaan hasil restrukturisasi Danantara tidak hanya membuka akses pendanaan dari masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan tata kelola perusahaan (good corporate governance), transparansi, dan reputasi korporasi.

Untuk mendorong realisasi potensi tersebut, BEI mulai melakukan pendekatan kepada perusahaan-perusahaan yang berpeluang melantai di bursa. BEI juga mendorong keterlibatan perusahaan penjamin emisi (underwriter) untuk menjaring dan mendampingi calon emiten sejak tahap awal persiapan IPO.

Terkait rencana konsolidasi BUMN di bawah Danantara, Jeffrey mengatakan pembahasan lebih lanjut akan dilakukan setelah proses restrukturisasi internal selesai.

“Setelah restrukturisasi selesai, tentu kami akan diskusi dengan Danantara,” pungkas Jeffrey.

Topik Menarik