Menperin: Industri Manufaktur RI Masih Ekspansi, Bukan Kontraksi

Menperin: Industri Manufaktur RI Masih Ekspansi, Bukan Kontraksi

Ekonomi | okezone | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:19
share

JAKARTA – Menteri Perindustrian Sarmuji mengklaim kinerja industri nasional, khususnya sektor manufaktur, masih berada dalam fase ekspansi yang solid. Dia sekaligus membantah anggapan bahwa industri manufaktur mengalami kontraksi. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sektor industri pengolahan konsisten berada di zona ekspansi dengan pertumbuhan yang melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga kuartal II-2026.

Kemenperin menepis kekhawatiran publik mengenai pelemahan aktivitas manufaktur yang sempat memengaruhi sentimen pasar domestik. Sejumlah indikator survei berkala menunjukkan bahwa optimisme pelaku usaha dan aktivitas produksi industri masih berada di atas ambang batas ekspansi.

"Dari survei manufaktur levelnya ekspansi di atas 50 persen, Indeks Kepercayaan Industri juga sekitar 53 persen, yang berarti industri dalam level ekspansi, bukan kontraksi sebagaimana dipikirkan banyak orang," ujar Sarmuji saat ditemui seusai menghadiri Rapimnas Kadin di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Ketahanan sektor industri pengolahan tercermin dari pertumbuhan output manufaktur yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Kemenperin menilai tren tersebut menjadi salah satu penopang stabilitas perekonomian nasional sepanjang paruh pertama 2026.

"Sampai kuartal kedua datanya relatif serupa, yaitu pertumbuhan sektor industri sedikit di atas pertumbuhan ekonomi, artinya kita lagi dalam prospek yang cukup baik," jelas Sarmuji.

Pertumbuhan tersebut juga tercermin dari kinerja mayoritas subsektor industri pengolahan yang mencatatkan pertumbuhan positif. Sejumlah industri padat karya bahkan membukukan pertumbuhan di atas 10, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.

"Ada 14 subsektor industri yang mengalami pertumbuhan dan hanya pertembakauan yang tidak tumbuh. Bahkan, industri alas kaki dan furnitur tumbuh sangat besar di atas 10 persen serta menggembirakannya menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup banyak," tutur Sarmuji.

Untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian, pemerintah akan berfokus pada peningkatan kapasitas produksi dan perbaikan ekosistem industri. Kemenperin juga menargetkan peningkatan tingkat utilisasi pabrik agar fasilitas produksi yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sebelum mendorong masuknya investasi baru.

"Industri kita insyaallah tetap tumbuh dan kami manfaatkan momentum ini dengan fokus menciptakan ekosistem lebih baik serta mendorong utilisasi pabrik dari hampir 70 persen menuju 80 hingga 85 persen, karena memaksimalkan industri terpasang akan menyumbang kontribusi lebih besar apalagi jika ada investor baru," jelas Sarmuji.

Topik Menarik