Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Dana Rp2 Miliar untuk Tangani Karhutla di Tanjung Puting

Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Dana Rp2 Miliar untuk Tangani Karhutla di Tanjung Puting

Nasional | okezone | Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:20
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan mengirimkan 200 unit pompa air, dan menyiapkan dana Rp2 miliar untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas terkait karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026). Dalam rapat tersebut, Prabowo menerima laporan dari Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengenai perkembangan penanganan karhutla di Tanjung Puting.

Zainul mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi petugas di lapangan adalah keterbatasan alat pompa air. Sementara itu, persediaan selang dan perlengkapan pendukung lainnya dinilai masih mencukupi.

"Untuk saat ini kita masih kekurangan Alpom (alat pompa) saja, Bapak. Untuk selang dan sebagainya itu masih cukup, hanya beberapa Alpom saja. Tapi tadi juga saya sudah koordinasi dengan Gubernur Kalteng, itu sudah lagi menyiapkan juga, Bapak. Mudah-mudahan ini bisa cepat datang, karena memang kadang-kadang Alpom ini, alat pompa ini, sangat terbatas di Kalimantan, sehingga memang mesti didatangkan dari Jawa," kata Zainul.

Prabowo kemudian menanyakan jumlah pompa air yang dibutuhkan untuk mendukung pemadaman. Zainul menyebut pihaknya memerlukan sekitar 50 unit pompa.

"Berapa kau butuh pompa air?" tanya Prabowo.

 

"Mungkin kalau untuk mengatasi ini sekitar 50 cukup, Bapak. Karena yang penting itu alatnya ada itu bisa cepat kita pakai," jawab Zainul.

Namun, Prabowo memutuskan untuk mengirimkan jumlah pompa yang lebih banyak dari kebutuhan yang disampaikan tersebut.

"Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200," kata Prabowo.

"Siap. Terima kasih, Bapak," timpal Zainul.

Selain kekurangan pompa air, penanganan karhutla juga terkendala keterbatasan tim pengebor sumur bor yang akan digunakan untuk membantu pemadaman. Zainul mengatakan, saat ini hanya ada dua tim pengebor yang dapat dikirim ke lokasi karena kondisi medan yang sulit.

Prabowo kemudian menawarkan bantuan dana untuk membayar tim pengebor tambahan. Ia menanyakan biaya pembuatan satu titik sumur bor kepada Zainul.

"Satu tim bor bisa kau bikin di situ? Pompanya kan dari kita, timnya kan bisa rakyat setempat kali ya?" tanya Prabowo.

 

"Nanti kita cari, Bapak, untuk timnya," jawab Zainul.

"Satu lubang bor, berapa biaya untuk bayar upahnya?" tanya Prabowo.

Zainul menjelaskan, biaya pembuatan satu titik sumur bor di lokasi tersebut mencapai sekitar Rp10 juta.

"Kalau biaya itu di lokasi, di daerah sini kurang lebih Rp10 juta, Bapak, per titik, Bapak," ungkapnya.

"Rp10 juta per titik. Oke, saya kirim Rp2 miliar, 200 titik," kata Prabowo.

Dalam rapat tersebut, Zainul juga melaporkan bahwa kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian internasional. Pasalnya, terdapat 247 wisatawan mancanegara yang sedang berada di kawasan tersebut.

Ia mengatakan, telah menunjuk sejumlah anggota untuk meninjau lokasi kebakaran. Namun, upaya penanganan menghadapi tantangan karena wilayah terdampak tersebar di sejumlah titik dan didominasi kawasan rawa.

"Saya sudah menunjuk beberapa anggota untuk meninjau lokasinya. Itu lokasinya memang sangat terpencar, Bapak. Sangat terpencar wilayahnya, dan wilayah rawa," ujarnya.

Selain kondisi medan, petugas juga harus mewaspadai keberadaan satwa liar berbahaya di kawasan tersebut, termasuk buaya dan ular.

"Kemudian bukan hanya orangutan saja, Bapak, yang ada di dalam. Itu masih banyak binatang-binatang buas, Bapak, termasuk buaya itu juga masih ada, ular, dan sebagainya. Oleh karena itu, memang ini menjadi perhatian sendiri, Bapak. Untuk masuk ke sana itu mesti hati-hati," pungkasnya.

Topik Menarik