Atasi Asap Karhutla, Prabowo Minta Masukan Profesor

Atasi Asap Karhutla, Prabowo Minta Masukan Profesor

Nasional | sindonews | Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:22
share

Presiden Prabowo Subianto akan meminta masukan dari para ahli untuk mengatasi masalah asap yang timbul akibatkebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas terkait karhutla yang digelar secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

"Ya, masalah asap nanti kita minta masukan para profesor kita, bagaimana," ujar Prabowo melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2026).

Baca juga: Kabut Asap Karhutla Indonesia Mengancam F1 Singapura 2026

Prabowo mengaku telah mengundang para pakar untuk membantu mengatasi karhutla. Memang, alah satu cara paling mudah untuk memadamkan karhutla adalah mendatangkan hujan.

Meski begitu, Prabowo lebih ingin mengedepankan upaya pencegahan agar hal serupa tidak lagi terulang di kemudian hari."Dengan strategi yang kita telah bahas, waktu saya kumpulkan para pakar dari semua kampus, para profesor-profesor itu dan mereka ahli-ahli dari daerah-daerah sendiri bahwa langkah nanti yang paling utama adalah pencegahan presisi, mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa," ungkapnya.

Prabowo meminta TNI dan Polri membantu memberikan pelatihan terhadap para polisi hutan. Hal itu perlu dilakukan karena menjaga alam Indonesia yang sangat luas dibutuhkan kerja keras.

"Polisi hutan dari Kemenhut hanya 20.000. Ya, kalau nggak, minta dilatihlah oleh polisi atau tentara. Namanya saja polisi hutan. Kapolri nanti bisa bantu ya, didik polisi hutan. Alam kita berat," kata Prabowo.

Dia menyoroti jumlah polisi hutan yang saat ini dinilai terlalu sedikit dibanding luasan hutan Indonesia. Karena itu, Prabowo ingin jumlah polisi hutan ditambah.

"Karena itu, tolong sampaikan ke MenPAN RB. Kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita," ucapnya.

Prabowo merasa bangga dengan kinerja seluruh instansi yang telah berusaha keras memadamkan karhutla. "Dari ratusan ribu hektare, yang terbakar berapa minggu lalu kita sekarang di bawah 1.000 hektare. Saya kira ini kalau nggak kita turun tangan secara besar-besaran, nggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi," ujarnya.

Topik Menarik