Kisah Tragis Roberto Carlos, Ditipu Agen hingga Kehilangan 99 Pendapatan

Kisah Tragis Roberto Carlos, Ditipu Agen hingga Kehilangan 99 Pendapatan

Terkini | okezone | Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:23
share

JAKARTA - Legenda sepak bola Brasil, Roberto Carlos, memiliki pesan untuk para pemain muda agar tidak melakukan kesalahan yang sama sepertinya. Hal itu diungkapkan Roberto Carlos karena kehilangan 99 persen dari seluruh penghasilannya selama berkarier sebagai pesepak bola. 

1. Ditipu Habis-habisan

Semasa aktif bermain, Roberto Carlos merupakan salah satu bek kiri terbaik dunia. Ia dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan hingga tendangan geledek. 

Ia pun membela sejumlah klub-klub besar Eropa, seperti Inter Milan dan Real Madrid. Di klub Spanyol itu ia memperlihatkan kualitasnya sebagai salah satu bek kiri terbaik dunia pada masanya.

Pria yang kini berusia 53 tahun itu diperkirakan mengantongi pendapatan sekitar 160 juta Euro selama karier sepak bola profesional. Belum lama ini, Roberto Carlos mengakui bahwa ia melakukan kesalahan dengan melibatkan orang-orang yang akhirnya "menguras" rekening banknya.

Sebuah laporan dari Globo menyebutkan bahwa ia menghadapi masalah yang melibatkan agen serta persoalan keluarga.

Saat berbicara di acara Portugal Football Summit di Lisbon, Carlos secara terbuka membahas masalah-masalah di luar lapangan yang dihadapinya dan menceritakan momen ketika ia merasa "kehilangan" seluruh rekam jejak kariernya.

"Saya mengalami masalah dengan orang-orang yang menguras rekening bank saya. Saya kehilangan 99 dari semua penghasilan yang saya dapatkan dari sepak bola," ujarnya, melansir Sport Bible, Kamis (1/10/2026).

"Saya menghadapi masalah keluarga yang sangat serius. Pada hari Kamis, saya tidur tengah malam, dan keesokan harinya, hari Jumat, saya menerima tumpukan dokumen yang sama sekali tidak saya ketahui isinya. Saat itulah saya menyadari bahwa saya telah kehilangan seluruh rekam jejak karier saya.

 

Karena masalah yang dialaminya itu, ia pun berpesan kepada para pemain muda saat ini untuk tidak menirunya. 

"Saya melakukan kesalahan, dan oleh karena itu, saya meminta para pemain muda untuk tidak melakukan hal yang sama. Saya selalu memikirkan rencana masa depan setelah karier bermain saya berakhir," ujarnya.

"Ini tentang membangun rekam jejak sebagai pemain dan memanfaatkan citra diri Anda. Ketika saya memutuskan untuk pensiun dari sepak bola, saya sudah mengantongi lisensi direktur olahraga dan bekerja sama dengan banyak merek."

Topik Menarik