Media Vietnam Soroti Eksperimen Gagal Kim San-sik Berujung Kekalahan 0-2 dariTimnas Thailand

Media Vietnam Soroti Eksperimen Gagal Kim San-sik Berujung Kekalahan 0-2 dariTimnas Thailand

Terkini | okezone | Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:24
share

JAKARTA - Media Vietnam menyoroti eksperimen yang dilakukan pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, saat menghadapi Timnas Thailand pada FIFA ASEAN Cup 2026. Eksperimen tersebut dilakukan pada waktu yang salah karena menghadapi Timnas Thailand yang tampil dengan seluruh pemain terbaiknya.

Kedua tim bertemu pada pertandingan kedua FIFA ASEAN Cup 2026, Selasa (29/9/2026). Timnas Thailand menang 2-0 atas Vietnam. Kedua gol skuad Gajah Perang (julukan Timnas Thailand) dicetak oleh Sarach Yooyen (10’) dan Chaiyaphon Otton (90+3’). 

Atas hasil ini, Timnas Thailand dipastikan menjadi juara Grup B dan dipastikan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan 6 poin dari 2 pertandingan. Sementara Vietnam berada di posisi 2 dengan 3 poin. 

1. Eksperimen Kim Sang-sik

"Semuanya telah diatur sesuai rencana saya. Tanggung jawab utama atas hasil ini terletak pada saya, kepala pelatih,” ujar pelatih Kim Sang-sik, melansir Soha, Kamis (1/10/2026).

“Keterbatasan tim Vietnam berasal dari gangguan yang diciptakan oleh Pelatih Kim, yang tampaknya untuk tujuan eksperimental,” demikian laporan Soha.

Timnas Thailand vs Timnas Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 (Foto: Instagram/@changsuek)

Media Vietnam itu menyoroti beberapa perubahan penting pada susunan pemain inti. Le Ngoc Bao bermain sebagai bek tengah sisi kiri, Phan Tuan Tai menempati posisi sayap kiri, dan Cao Pendant Quang Vinh digeser ke depan untuk bermain sebagai pemain sayap. Di lini tengah, Vo Hoang Minh Khoa bermain bersama Le Pham Thanh Long. Nguyen Tai Loc dipilih di lini serang untuk menggantikan Williams Minh Hoang.

“Penyesuaian ini tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Nguyen Tai Loc satu kali kebobolan, dan sebagian besar waktu kesulitan menghadapi Nicolas Mickelson. Phan Tuan Tai harus fokus pada tugas defensif dan karena itu jarang maju untuk mendukung serangan,” demikian laporan tersebut.

Vo Hoang Minh Khoa juga gagal mengatasi masalah pertahanan di lini tengah. Gelandang ini cenderung bermain lebih ke depan, sementara tim Vietnam membutuhkan pemain dengan kemampuan tekel dan pertahanan yang lebih baik di depan garis pertahanan.

Cao Pendant Quang Vinh adalah eksperimen yang paling menonjol. Bek kelahiran 1997 ini didorong lebih ke depan, tetapi tidak memberikan dampak yang signifikan melawan pertahanan ketat Thailand.

 

2. Lawan Kuat

Eksperimen ini dilakukan melawan lawan yang jauh lebih kuat daripada yang mereka hadapi sekitar sebulan sebelumnya pada Piala AFF 2026.

“Tim Vietnam tidak bermain terlalu buruk, sementara Thailand juga tidak sepenuhnya mendominasi pertandingan. Perbedaannya lebih terletak pada kualitas setiap posisi, pengalaman, dan kemampuan untuk mengatasi momen-momen krusial,” katanya. 

Media Vietnam itu menyoroti pemain sentral Timnas Thailand pada pertandingan tersebut. Mereka adalah bek Nicolas Mickelson, gelandang bertahan Kritsada Kaman, serta Chanathip Songkrasin.

“Yang paling menonjol, Chanathip Songkrasin telah kembali dengan signifikan. Meskipun bintang nomor satu sepak bola Thailand selama bertahun-tahun ini tidak membuat perbedaan besar dengan kehebatan individunya, pengalaman dan pengaruh mentalnya telah membantu rekan-rekan setimnya bermain dengan lebih percaya diri,” katanya.

“Berkat pemain-pemain berpengalaman seperti Chanathip, Kritsada, dan Mickelson, Thailand tidak perlu menciptakan permainan yang mencolok untuk mengendalikan momen-momen krusial dan mengamankan kemenangan,” demikian laporan tersebut. 

Topik Menarik