Pemerintah Dorong Sistem Politik Inklusif untuk Generasi Muda
JAKARTA — Pelibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah dan keberlanjutan demokrasi Indonesia. Anak muda diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi turut terlibat dalam menyampaikan gagasan, aspirasi, serta proses pengambilan keputusan demokrasi.
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, menilai ruang partisipasi bagi generasi muda perlu terus diperluas sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan politik nasional. Keterlibatan anak muda dapat memberikan perspektif dan aspirasi baru sekaligus mendorong mereka mengambil bagian dalam proses demokrasi.
"Untuk itu diperlukan sistem politik yang semakin inklusif, adaptif dan partisipastif, sekaligus mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, aspirasi dan mengambil peran dalam proses demokrasi" kata Akmal dalam keterangannya, dikutip Senin (31/8/2026).
Upaya memperluas keterlibatan generasi muda tersebut menjadi pembahasan dalam forum Round Table Discussion (RTD) yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Jakarta, 27 Agustus. Diskusi tersebut mengangkat tema "Penguatan Sistem Politik yang Inklusif Terhadap Generasi Muda dalam Meningkatkan Demokrasi".
Ia berharap, melalui forum tersebut bisa menghasilkan sinergi serta rekomendasi strategis yang mampu meningkatkan kualitas keterlibatan politik generasi muda. Partisipasi anak muda, kata dia, tidak cukup hanya dilihat dari jumlah, tetapi juga harus memiliki dampak dan substansi dalam kehidupan demokrasi.
Penguatan sistem politik yang terbuka dan mampu mengakomodasi generasi muda dinilai dapat membantu demokrasi Indonesia berkembang secara lebih matang dan tangguh. Dengan ruang partisipasi yang semakin luas, generasi muda juga diharapkan mampu ikut menjawab berbagai tantangan politik pada masa mendatang.
"Dengan adanya forum ini, diharapkan terbangun sinergi dan rekomendasi strategis dalam mendorong partisipasi politik generasi muda yang lebih berkualitas serta memperkuat demokrasi Indonesia," pungkasnya.










