5 Tanda Orang Mau Bunuh Diri yang Perlu Diwaspadai

5 Tanda Orang Mau Bunuh Diri yang Perlu Diwaspadai

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 28 Juli 2026 - 21:05
share

JAKARTA – Pikiran untuk mengakhiri hidup umumnya tidak muncul tanpa tanda sama sekali. Meski tidak selalu mudah dikenali, perubahan perilaku, ucapan, hingga kondisi emosional seseorang dapat menjadi sinyal bahwa ia sedang mengalami krisis dan membutuhkan pertolongan secepatnya.

Seseorang yang memiliki keinginan bunuh diri tidak selalu mengungkapkannya secara langsung. Ada yang menunjukkan perubahan sikap secara perlahan, sementara sebagian lainnya tampak baik-baik saja di hadapan orang lain. Karena itu, mengenali tanda-tanda peringatan menjadi langkah penting agar bantuan dapat diberikan lebih dini.

Berikut lima tanda yang perlu diwaspadai

1. Sering membicarakan kematian atau bunuh diri

Salah satu tanda yang paling jelas adalah ketika seseorang mulai sering mengungkapkan keinginan untuk meninggal atau merasa hidupnya tidak lagi berarti. Ucapan seperti "lebih baik aku tidak ada" atau "semuanya akan lebih baik tanpa aku" tidak boleh dianggap sebagai candaan atau sekadar mencari perhatian.

2. Mencari cara untuk mengakhiri hidup

Perilaku lain yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang mulai mencari informasi atau mengumpulkan alat yang dapat digunakan untuk menyakiti diri sendiri. Misalnya, menimbun obat-obatan, mencari metode bunuh diri di internet, atau menunjukkan ketertarikan terhadap cara-cara mengakhiri hidup.

3. Menarik diri dari lingkungan sekitar

Orang yang sedang mengalami krisis sering kali mengurangi interaksi dengan keluarga, teman, maupun aktivitas yang sebelumnya disukai. Mereka lebih memilih menyendiri, sulit diajak berkomunikasi, dan tampak kehilangan minat terhadap berbagai hal yang dulu membuatnya bahagia.

4. Memberikan barang berharga atau berpamitan

Seseorang yang berisiko bunuh diri terkadang mulai membereskan urusan pribadinya, seperti membagikan barang-barang kesayangan, membuat surat wasiat, atau berpamitan kepada orang-orang terdekat dengan cara yang tidak biasa. Perubahan perilaku seperti ini patut mendapat perhatian serius.

5. Merasa putus asa dan menjadi sangat tenang secara tiba-tiba

Perasaan tidak memiliki harapan, merasa menjadi beban, atau yakin bahwa hidup tidak akan membaik merupakan faktor yang perlu diwaspadai. Menariknya, pada sebagian kasus seseorang justru tampak jauh lebih tenang setelah sebelumnya mengalami tekanan emosional berat. Perubahan ini bisa saja terjadi karena ia telah mengambil keputusan terkait bunuh diri, sehingga tidak boleh diabaikan.

Tidak Semua Tanda Terlihat Jelas

Tidak semua orang yang mengalami krisis menunjukkan gejala yang mencolok. Sebagian mungkin tampak pendiam, emosinya datar, melamun, atau terlihat seperti kehilangan semangat hidup. Bahkan, ada yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa memperlihatkan kesedihan secara terbuka.

Karena itu, perubahan perilaku yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak sesuai dengan karakter seseorang sebaiknya tidak disepelekan, terutama jika muncul bersamaan dengan tanda-tanda lain.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Jika Anda melihat seseorang menunjukkan tanda-tanda tersebut, cobalah mendekatinya dengan empati dan ajak berbicara tanpa menghakimi. Menanyakan secara langsung apakah ia memiliki pikiran untuk bunuh diri tidak akan memicu keinginan tersebut, justru dapat membuka ruang bagi orang tersebut untuk bercerita dan menerima bantuan.

Gunakan kalimat sederhana, misalnya, "Saya melihat akhir-akhir ini kamu tampak berbeda. Apa yang sedang kamu rasakan?" atau "Saya khawatir dengan keadaanmu. Kalau kamu ingin bercerita, saya siap mendengarkan."

Mendengarkan dengan penuh perhatian, menunjukkan kepedulian, dan membantu seseorang mengakses dukungan dari keluarga maupun tenaga profesional dapat menjadi langkah awal yang sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi krisis.

Topik Menarik