Sering Begadang Ternyata Bisa Picu Penyakit Diabetes

Sering Begadang Ternyata Bisa Picu Penyakit Diabetes

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 28 Juli 2026 - 22:05
share

JAKARTA - Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang kasusnya terus meningkat. Selain dipengaruhi faktor keturunan, risiko diabetes juga berkaitan erat dengan pola hidup sehari-hari. Sejumlah kebiasaan yang sering dianggap sepele ternyata dapat memengaruhi kadar gula darah dan meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami diabetes, terutama diabetes tipe 2.

Pemeriksaan kadar gula darah di fasilitas kesehatan tetap menjadi cara paling akurat untuk mengetahui apakah seseorang mengalami diabetes atau memiliki risiko penyakit tersebut. Namun, mengubah kebiasaan sehari-hari juga menjadi langkah penting untuk mencegahnya.

Dirangkum dari India Today, berikut lima kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko diabetes.

1. Sering Begadang

Kurang tidur menjadi salah satu faktor yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2. Menurut dr. Ambrish Mithal dari Medanta Medicity, banyak pasien diabetes tipe 2 memiliki kebiasaan tidur yang kurang.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memicu kenaikan tekanan darah, mengganggu metabolisme, serta meningkatkan berat badan. Kombinasi faktor tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko diabetes.

2. Melewatkan Sarapan

Tidak membiasakan sarapan dapat memengaruhi pola makan sepanjang hari. Menurut dr. Sandeep Kharb, spesialis endokrinologi dari Asian Institute of Medical Sciences, Faridabad, orang yang melewatkan sarapan cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak saat siang hari.

Akibatnya, asupan kalori dan makanan tinggi lemak menjadi lebih besar, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.

3. Jarang Bergerak

Gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor risiko diabetes. Terlalu lama duduk, rebahan, atau menghabiskan waktu dengan gawai tanpa disertai olahraga dapat memicu kenaikan berat badan dan penumpukan lemak di area perut.

Menurut dr. Rajesh Khadgawat dari AIIMS Hospital, orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit setiap pekan untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

4. Terlalu Sering Mengonsumsi Karbohidrat Olahan

Makanan berbahan karbohidrat olahan, seperti nasi putih, roti putih, dan biskuit, dapat menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat dibandingkan karbohidrat kompleks.

Sebagai alternatif, pilih sumber karbohidrat yang lebih kaya serat, seperti beras merah, oatmeal, atau roti gandum utuh. Jenis makanan ini dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

5. Langsung Tidur Setelah Makan Malam

Kebiasaan langsung berbaring atau tidur setelah makan malam juga dapat berdampak pada pengaturan gula darah. Menurut dr. Ambrish Mithal, makan malam sering kali menyumbang porsi kalori terbesar dalam sehari.

Karena itu, memberi jeda sekitar tiga jam antara waktu makan malam dan waktu tidur dapat membantu tubuh memproses makanan dengan lebih baik sekaligus mendukung pengendalian kadar gula darah. Kebiasaan ini juga bermanfaat bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Meski kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit ini tetap dipengaruhi banyak faktor. Menjalani pola makan seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, tidur yang cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk membantu mencegah diabetes.

Topik Menarik