Viral Selena Gomez Buka Rare Beauty di Israel? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Nama Selena Gomez mendadak menjadi perbincangan panas di media sosial. Kali ini bukan karena karya musik atau kehidupan pribadinya, melainkan brand kosmetik miliknya, Rare Beauty, yang dikabarkan akan mulai dijual di Israel pada Agustus 2026.
Kabar tersebut langsung memicu gelombang reaksi keras dari warganet. Di berbagai platform media sosial, banyak pengguna menyerukan boikot terhadap Rare Beauty karena peluncuran produk itu bertepatan dengan konflik yang masih berlangsung di Gaza.
Tak butuh waktu lama, kolom komentar akun-akun yang membahas kabar tersebut dipenuhi kritik. Sebagian penggemar mengaku kecewa dan menyatakan tidak akan lagi membeli produk Rare Beauty.
"Dia baru saja kehilangan banyak followers, termasuk saya," tulis salah seorang pengguna media sosial, dikutip dari The Express, Selasa (28/7/2026).
Komentar lain bahkan secara terang-terangan menyerukan aksi boikot.
"Merek lain yang harus diboikot. Free Palestine," tulis pengguna lainnya.
Gelombang protes ini membuat nama Selena Gomez ikut terseret, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari sang penyanyi maupun manajemen Rare Beauty terkait polemik tersebut.
Benarkah Selena Gomez Resmi Membuka Rare Beauty di Israel?
Di tengah ramainya seruan boikot, muncul fakta yang membuat situasi menjadi lebih rumit.
Produk Rare Beauty memang dijadwalkan hadir di jaringan toko Be Pharm, salah satu peritel besar di Israel, serta tersedia melalui aplikasi milik perusahaan tersebut. Pengumuman itu disampaikan dalam acara Iconic Summer Be Pharm di Eilat.
Pihak Be Pharm bahkan mengaku telah menyiapkan stok produk Rare Beauty senilai jutaan shekel karena memperkirakan tingginya minat konsumen.
Namun, berdasarkan laporan yang beredar, kehadiran Rare Beauty di Israel disebut tidak berasal dari kerja sama distribusi resmi dengan Rare Beauty maupun Selena Gomez.
Produk tersebut masuk melalui mekanisme impor paralel, yaitu sistem di mana peritel membeli produk asli dari pasar internasional untuk dijual kembali tanpa menjadi distributor resmi atau memperoleh persetujuan langsung dari pemilik merek.
Artinya, hingga saat ini belum ada informasi yang menunjukkan Selena Gomez secara langsung membuka bisnis atau menjalin kemitraan resmi dengan Be Pharm di Israel.
Meski begitu, penjelasan mengenai impor paralel ternyata belum mampu meredam kemarahan publik.
Sebagian warganet tetap meyakini bahwa merek tersebut memperoleh keuntungan dari penjualan produk, sehingga Selena Gomez dinilai tetap memiliki tanggung jawab moral atas beredarnya Rare Beauty di Israel.
"Para penggemarnya mencoba memanipulasi orang dengan mengatakan bahwa ini bukan peluncuran resmi, padahal dia menjual langsung ke pengecer besar Israel yang mirip Sephora," tulis seorang pengguna media sosial.
Di sisi lain, banyak pula penggemar yang membela Selena Gomez. Mereka menegaskan bahwa keputusan menjual produk dilakukan sepenuhnya oleh pihak peritel melalui jalur impor paralel, bukan berdasarkan kerja sama resmi dengan Rare Beauty.
"Apakah kalian tidak paham? Itu bukan dari Rare Beauty secara langsung. Itu dari peritel," tulis seorang pengguna yang membela sang artis.
Hingga berita ini ditulis, Selena Gomez maupun pihak Rare Beauty belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kontroversi tersebut.
Sosok Citra Isramij, Eks Finalis Kontes Kecantikan yang Kini Bersinar di Dunia Pasar Modal dan Padel
Tidak ditemukan pula unggahan atau pernyataan publik yang menunjukkan Selena Gomez mendukung peluncuran Rare Beauty di Israel secara langsung.
Sementara itu, Be Pharm tetap berencana melanjutkan penjualan Rare Beauty sesuai jadwal pada Agustus mendatang. Di tengah memanasnya perdebatan di media sosial, polemik ini diperkirakan masih akan terus berkembang, terutama jika pihak Selena Gomez akhirnya memberikan klarifikasi resmi.









