Berapa Biaya Egg Freezing atau Pembekuan Sel Telur di Indonesia?

Berapa Biaya Egg Freezing atau Pembekuan Sel Telur di Indonesia?

Terkini | okezone | Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:05
share

BERAPA biaya egg freezing atau pembekuan sel telur di Indonesia? Hal ini menarik diulas karena tren egg freezing tengah meningkat.

Bahkan, sejumlah artis ikut melakukan egg freezing atau pembekuan sel telur ini. Salah satunya ada Luna Maya.

1. Kisaran Biaya Egg Freezing di Indonesia

Egg freezing dikenal sebagai salah satu metode perencanaan kehamilan bagi perempuan yang ingin menunda memiliki anak. Prosedur ini memungkinkan sel telur diambil, dibekukan, dan disimpan untuk digunakan di masa depan.

Dengan kecanggihan egg freezing, banyak orang mempertanyakan berapa biaya yang harus disiapkan untuk menjalani egg freezing di Indonesia? Pastinya, biaya takkan murah.

Dilansir dari laman resmi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Sabtu (6/6/2026), biaya program egg freezing di Indonesia umumnya berkisar antara Rp40 juta hingga Rp60 juta. Biaya itu untuk satu siklus tindakan.

Dalam beberapa kondisi, biaya ini bisa lebih tinggi. Namun, besaran biaya bergantung pada kebutuhan medis pasien.

Biaya tersebut biasanya mencakup rangkaian proses. Mulai dari pemeriksaan awal, stimulasi ovarium, pengambilan sel telur, hingga proses pembekuan di laboratorium.

Dokter Spesialis Kandungan FK Universitas Airlangga, dr. Arif Tunjungseto, Sp.OG, Subsp.FER, menjelaskan bahwa bagian terbesar dari biaya egg freezing berasal dari obat-obatan stimulasi ovarium. Obat ini digunakan untuk merangsang ovarium agar menghasilkan beberapa sel telur dalam satu siklus.

“Komponen terbesar dari program hamil bukan USG atau pemeriksaan laboratorium, tapi obat-obatan stimulasi sel telur,” ujar dr. Arif dilansir dari laman resmi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

 

2. Usia Sangat Mempengaruhi Biaya

Besarnya biaya juga sangat dipengaruhi oleh usia pasien. Pada perempuan yang lebih muda, dosis obat yang dibutuhkan biasanya lebih rendah karena cadangan sel telur masih banyak.

Sebaliknya, pada usia yang lebih tua, misalnya mendekati 40 tahun, dosis obat yang dibutuhkan bisa lebih besar. Pasalnya, cadangan sel telur sudah menurun, sehingga biaya pun ikut meningkat.

Hingga saat ini, program egg freezing belum ditanggung oleh BPJS Kesehatan maupun sebagian besar asuransi swasta di Indonesia. Hal ini membuat seluruh biaya prosedur harus ditanggung secara mandiri oleh pasien.

3. Ada Biaya Penyimpanan Tahunan

Selain biaya untuk prosedur pembekuan sel telur, terdapat juga biaya penyimpanan sel telur yang dibekukan. Biaya ini dibayarkan setiap tahun selama sel telur disimpan di fasilitas medis.

Secara medis, sel telur yang dibekukan dapat bertahan lama, bahkan hingga 10–15 tahun. Hal ini bisa terjadi jika disimpan dengan standar laboratorium yang tepat.

Topik Menarik