Kemenhaj: 29.344 Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air

Kemenhaj: 29.344 Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air

Terkini | inews | Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan sebanyak 29.344 jemaah haji Indonesia dari 75 kloter telah kembali ke Tanah Air per Sabtu, 6 Juni 2026. Selain itu, sebanyak 300 petugas haji juga telah kembali ke Indonesia.

“Hingga hari kelima masa pemulangan sebanyak 75 kloter telah diberangkatkan menuju Indonesia dengan jumlah 29.344 jemaah dan 300 petugas sehingga total jumlah dan petugas yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 29.644 orang,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff saat konferensi pers, Sabtu (6/6/2026).

Sementara itu, sebanyak 72 kloter telah tiba di berbagai debarkasi di Indonesia dengan jumlah 28.248 jemaah dan 288 petugas. Adapun untuk jemaah haji khusus, hingga hari ini tercatat sebanyak 8.579 orang telah kembali ke Indonesia, yang terdiri atas 8.190 jemaah dan 389 petugas.

“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa proses pemulangan jemaah terus berjalan sesuai dengan rencana, dengan dukungan dan koordinasi yang cukup erat antara pemerintah Indonesia otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta seluruh unsur pelayanan haji di lapangan,” katanya.

Maria pun mengungkapkan masih terdapat beberapa sejumlah penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal dan keterlambatan. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya aktivitas operasional penerbangan pada masa puncak pemulangan jemaah dari berbagai negara.

Kemudian, adanya kepadatan di terminal haji bandara Jeddah serta sejumlah penyesuaian operasional yang dilakukan oleh otoritas setempat guna menjaga keselamatan dan kelancaran penerbangan.

“Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah dan juga keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Maria.

Maria memastikan Kemenhaj bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan langkah-langkah percepatan koordinasi aktif dan juga mitigasi agar proses pemulangan dapat berlangsung seefisien mungkin. Langkah tersebut dilakukan tanpa mengurangi aspek keselamatan keamanan dan kenyamanan jemaah.

Topik Menarik