PPP Dinilai Masih Punya Peluang Pulihkan Soliditas Jelang Pemilu 2029

PPP Dinilai Masih Punya Peluang Pulihkan Soliditas Jelang Pemilu 2029

Nasional | sindonews | Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:47
share

Keputusan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memberhentikan Wakil Ketua Umum Agus Suparmanto dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Taj Yasin dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan membenahi organisasi partai menjelang Pemilu 2029. Kesempatan itu, perlu dimanfaatkan melalui pembenahan internal yang terarah dan menyeluruh.

Kuasa Hukum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Banten Zakirudin Chaniago menilai, langkah tersebut menunjukkan pentingnya kejelasan sikap dalam menghadapi persoalan internal partai. Menurut dia, keputusan organisasi diperlukan agar PPP dapat segera menentukan arah dan fokus pada agenda politik ke depan.

"Hemat saya, justru sikap dan tindakan DPP PPP seperti tersebut sangat tepat dan jelas lebih baik daripada mengambil sikap ambigu," ujar Zakirudin, Kamis (29/10/2026).

Baca juga: Gus Yasin: PPP Perlu Bimbingan, Bukan Meninggalkan Ulama

Meski menilai, keputusan tersebut diambil agak terlambat, Zakirudin melihat PPP masih memiliki kesempatan untuk melakukan pemulihan organisasi. "Meskipun agak terlambat, namun masih punya kesempatan untuk recovery," katanya.Sekretaris Jenderal Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) 1987 tersebut menekankan langkah selanjutnya menjadi bagian penting dalam menentukan proses pemulihan partai. Keputusan yang telah diambil perlu diikuti dengan upaya memperkuat organisasi dan memastikan seluruh elemen partai kembali bergerak dalam satu arah.

Zakirudin juga mengingatkan agar persoalan internal tidak mengganggu aktivitas politik PPP, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi kepengurusan, penguatan struktur hingga tingkat daerah, serta peningkatan kepercayaan masyarakat dinilai perlu menjadi perhatian partai.

"Yang terpenting sekarang adalah bagaimana DPP PPP memastikan keputusan ini menjadi titik awal pembenahan. Jangan sampai persoalan internal justru menghambat kerja-kerja politik PPP menjelang pemilu 2029," jelasnya.

Zakirudin menambahkan, kepastian arah organisasi dan kepemimpinan menjadi faktor penting untuk menjaga soliditas kader. Dengan konsolidasi yang berjalan baik, PPP diharapkan dapat kembali memusatkan perhatian pada penguatan partai dan upaya membangun dukungan masyarakat.

"PPP membutuhkan kepastian arah dan kepemimpinan yang jelas. Seluruh kader harus kembali fokus pada konsolidasi, memperkuat struktur partai, dan membangun kepercayaan masyarakat," ucapnya.

Topik Menarik