Trump: AS Kendalikan Selat Hormuz, Iran Tak Dapat Apa-Apa!

Trump: AS Kendalikan Selat Hormuz, Iran Tak Dapat Apa-Apa!

Terkini | inews | Senin, 26 Oktober 2026 - 08:28
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan militernya kini mengendalikan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi pusat ketegangan dalam konflik dengan Iran. Dia mengeklaim Teheran tidak mendapatkan keuntungan apa pun, sementara Washington justru memperoleh segalanya.

"Ingat, kita sekarang menguasai Selat Hormuz. Mereka tidak mendapat apa-apa. Iya, kita mendapatkan segalanya," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Senin (26/10/2026).

Trump menegaskan, AS berada dalam posisi unggul dalam konflik tersebut. Dia bahkan mengeklaim lalu lintas kapal tanker dan kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz kini telah melampaui tingkat sebelum perang.

Menurut Trump, kondisi itu menunjukkan bahwa kendali AS atas jalur pelayaran tersebut memberikan keuntungan besar bagi Washington. Sebaliknya, Iran disebut tidak memperoleh manfaat dari situasi yang berkembang di kawasan tersebut.

Dia juga memuji blokade maritim yang diberlakukan Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan dan pelayaran Iran. Trump menggambarkan operasi tersebut sebagai langkah yang luar biasa dalam menekan Teheran.

Trump juga memberikan ultimatum keras kepada Iran untuk mencapai kesepakatan diplomatik dengan AS atau menghadapi kehancuran akibat operasi militer. Dia menggambarkan pilihan Washington terhadap Teheran hanya dua, yakni berdamai melalui kesepakatan atau menghancurkan Iran.

"Apakah saya harus membuat kesepakatan dengan mereka, atau haruskah saya menghabisi mereka? Hanya itu pertanyaannya," ujarnya.

Pada Sabtu (24/10/2026), Trump mengancam akan menyerang Iran pada akhir pekan jika negara itu tidak bersedia mencapai kesepakatan menyeluruh dengan Washington.

Ancaman tersebut menambah tekanan terhadap Teheran di tengah ketegangan yang masih berlangsung. Trump juga mempertanyakan apakah pemerintah Iran benar-benar akan mematuhi komitmen yang telah dibuat dalam proses perundingan.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa apa pun hasil perkembangan konflik maupun negosiasi, AS tetap menjadi pihak yang menang.

Topik Menarik