Lula Menang Dramatis di Pilpres Brasil, Kalahkan Flavio Bolsonaro

Lula Menang Dramatis di Pilpres Brasil, Kalahkan Flavio Bolsonaro

Terkini | idxchannel | Senin, 26 Oktober 2026 - 08:34
share

IDXChannel - Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva kembali memenangkan pemilihan presiden setelah mengalahkan Flavio Bolsonaro yang beraliran sayap kanan dalam pemungutan suara putaran kedua pada Minggu (25/10/2026). Kemenangan tersebut mengantarkan Lula ke masa jabatan keempat sebagai pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin tersebut.

Dikutip dari AFP, Senin (26/10/2026), berdasarkan hasil resmi, Lula meraih 51,75 persen suara, sedangkan Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, memperoleh 48,25 persen. Kemenangan Lula menjadi kejutan setelah dia tertinggal dari Flavio pada putaran pertama.

Hasil pemilihan ini juga menahan laju gelombang politik konservatif di Amerika Latin. Sejumlah negara, seperti Argentina, Cile, Kolombia, dan Peru, sebelumnya bergerak ke arah politik kanan dengan dukungan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Pemungutan suara berlangsung di tengah kontroversi setelah Mahkamah Agung Brasil memutuskan memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam. Keputusan itu diambil menyusul laporan bahwa sejumlah bus tidak beroperasi sehingga menghambat warga menggunakan hak pilih. Kubu Flavio turut meminta perpanjangan di sejumlah wilayah akibat hujan deras, tetapi menentang penerapan kebijakan tersebut secara nasional.

Persaingan kedua kandidat memperlihatkan perpecahan politik yang mendalam di negara berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa itu. Kampanye diwarnai saling serang dan kontroversi, sedangkan pendukung kedua kubu menggalang dukungan hingga tingkat keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Lula yang akan genap 81 tahun pada Selasa (27/10/2026), dikenal melalui program kesejahteraan sosial yang membantu jutaan warga keluar dari kemiskinan. Dia sebelumnya kembali berkuasa pada pemilihan 2022 setelah menjalani hukuman penjara lebih dari 18 bulan terkait kasus korupsi. Namun, dakwaan tersebut kemudian dibatalkan atas dasar prosedural.

Selama masa jabatan ketiganya, pemerintahan Lula mencatat penurunan inflasi dan pengangguran serta membantu mengurangi kelaparan. Kendati demikian, biaya hidup dan keamanan masih menjadi keluhan masyarakat. Kebijakan bantuan sosial yang diperluas selama kampanye juga menjadi salah satu isu yang memicu perdebatan.

Kemenangan ini menjadi kebangkitan politik lain bagi Lula, yang berasal dari keluarga petani miskin di wilayah timur laut Brasil. Namun, dia akan memasuki masa jabatan baru dengan negara yang terbelah, setelah hampir separuh pemilih memberikan suara kepada rivalnya dan menginginkan perubahan.

Tantangan Lula juga datang dari parlemen yang didominasi kelompok kanan, prospek pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan melambat, serta persoalan keamanan akibat aktivitas kelompok kriminal. Di bidang luar negeri, kampanyenya menekankan kedaulatan Brasil di tengah tekanan perdagangan dan diplomatik dari pemerintahan Trump.

Lula akan memimpin Brasil hingga 2030. Pada akhir masa jabatan tersebut, dia akan berusia 85 tahun dan telah menghabiskan total 16 tahun sebagai presiden, termasuk periode pertamanya pada 2003-2010.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik