Indonesia Pangkas Pasokan Gas, Singapura Pastikan Pasokan Energi Aman

Indonesia Pangkas Pasokan Gas, Singapura Pastikan Pasokan Energi Aman

Terkini | inews | Senin, 26 Oktober 2026 - 07:59
share

JAKARTA, iNews.id - Singapura memastikan ketahanan energinya tetap aman meski Indonesia memangkas pasokan gas alam melalui pipa. Otoritas Pasar Energi Singapura (Energy Market Authority/EMA) menyebut, pengurangan tersebut mencakup kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian negara itu.

Dilansir dari Channel News Asia, Juru Bicara EMA menjelaskan, pengurangan pasokan mencapai 31 juta standar kaki kubik per hari atau setara dengan 17 billion British thermal units per hari (bbtud) selama 18 hari.

"Ini kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian kami yang mencapai lebih dari 1.000 bbtud," kata EMA dalam keterangannya dikutip, Senin (26/10/2026).

Pengurangan pasokan tersebut merupakan dampak kebijakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama SKK Migas. Pemangkasan ekspor gas pipa ke Singapura mulai berlaku pada Sabtu (24/10/2026).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan, pengurangan pasokan sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari dialihkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di dalam negeri, khususnya di Batam, Bintan, dan Sumatra. Kebijakan ini sejalan dengan mandat Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi mengenai prioritas pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Langkah tersebut juga mengikuti arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mengevaluasi alokasi ekspor gas untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pengembangan industri dalam negeri.

Menghadapi pengurangan pasokan dari Indonesia, EMA menyatakan memahami bahwa para importir gas di Singapura akan menempuh langkah penyelesaian sesuai klausul kontrak kerja sama yang berlaku.

EMA juga menegaskan telah menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi perubahan pasokan. Dalam beberapa bulan terakhir, Singapura disebut sempat mengalami pengurangan pasokan gas sebesar 20 bbtud hingga 100 bbtud akibat pemeliharaan jaringan, baik yang terencana maupun mendesak.

"Pengurangan-pengurangan tersebut telah digantikan dengan sumber-sumber gas lainnya tanpa kendala. Singapore GasCo secara operasional siap mengimpor lebih banyak LNG kapan saja," kata EMA.

Kesiapan tersebut ditopang oleh diversifikasi sumber energi Singapura. Negara itu tidak hanya mengandalkan gas dari Indonesia, tetapi juga memperoleh pasokan dari Malaysia dan pasar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) internasional.

Selain itu, perusahaan pembangkit listrik di Singapura diwajibkan menjaga kecukupan cadangan bahan bakar untuk memastikan produksi listrik tetap berjalan. Kewajiban tersebut mencakup pemeliharaan stok bahan bakar diesel sebagai cadangan.

"Oleh karena itu, kami memiliki pasokan energi yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional kami," tulis EMA.

Berdasarkan data realisasi 2025, gas alam yang dikirim melalui pipa menyumbang 43 persen dari total impor gas Singapura. Sementara itu, 57 persen sisanya dipasok dalam bentuk LNG yang diangkut menggunakan kapal tanker dari pasar internasional.

Topik Menarik