Trump Klaim Lalu Lintas Selat Hormuz Meningkat Dibandingkan Sebelum Perang
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat dibandingkan sebelum perang melawan Iran dimulai. Sementara itu, Iran masih menyerang kapal tanker minyak maupun kapal kargo yang melintasi jalur perairan strategis tersebut tanpa seizinnya.
Trump tidak memberikan angka pasti mengenai peningkatan lalu lintas minyak di Selat Hormuz. Klaim tersebut muncul di tengah ketegangan AS dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Di saat bersamaan, Trump kembali mengancam akan menyerang Iran pada Minggu (25/10/2026) waktu AS jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
"Kami sedang memikirkannya, dan mungkin besok," kata Trump kepada wartawan pada Sabtu (24/10/2026), seperti dikutip dari Reuters.
Trump mengatakan Iran masih bisa menghindari serangan militer lebih lanjut jika bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington. Namun, dia meragukan komitmen Teheran untuk mematuhi kesepakatan tersebut.
"Mereka ingin membuat kesepakatan, tapi masalahnya adalah apakah mereka akan menepati kesepakatan itu?" ujarnya.
Ancaman terbaru Trump semakin memperkeruh situasi di tengah kebuntuan mengenai Selat Hormuz, yang menjadi salah satu persoalan utama dalam upaya mengakhiri perang.
Iran terus menyerang kapal tanker minyak dan kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz tanpa seizinnya, termasuk kapal-kapal yang menggunakan rute di sisi Oman. Sikap tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pelayaran di kawasan itu masih dibayangi risiko keamanan meskipun Trump mengklaim pengiriman minyak mengalami peningkatan.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi pengiriman minyak internasional dan menambah tekanan terhadap pasar energi.
Kedua pihak juga saling mengklaim memiliki kendali atas jalur perairan tersebut. Perselisihan ini menjadi salah satu ganjalan utama dalam upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata yang bertahan lama.
Trump Ingin Hentikan Program Nuklir Iran
Terungkap! Trump Desak Presiden Ukraina Zelensky Terbang ke Moskow Temui Putin, tapi Ditolak
Selain persoalan Selat Hormuz, Trump menegaskan bahwa tujuan utama operasi militer AS adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Dia menilai serangan sebelumnya, termasuk yang melibatkan pesawat pengebom siluman B-2, belum cukup untuk menjamin program nuklir Iran benar-benar berhenti.
"Saya harus membuatnya permanen. Itulah satu-satunya alasan saya melakukannya," kata Trump.
Trump juga tidak memberikan kepastian mengenai waktu pelaksanaan serangan baru terhadap Iran. Saat ditanya seberapa jauh dia mempertimbangkan operasi militer tersebut, dia menjawab, "Apa Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu Anda jika saya melakukannya?"
Perang AS-Israel melawan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Meski beberapa kali muncul upaya gencatan senjata, konflik belum berakhir dan persoalan nuklir serta kendali Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama.
Klaim Trump mengenai peningkatan pengiriman minyak belum disertai data terperinci. Sementara itu, ancaman serangan baru AS dan aksi Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menambah ketidakpastian terhadap keamanan pelayaran dan prospek berakhirnya perang.









