DPR Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ini Alasannya

DPR Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ini Alasannya

Terkini | inews | Senin, 26 Oktober 2026 - 08:39
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Syahrul Aidi Ma’azat mendukung sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) yang menolak rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia. Dia meminta pemerintah mencermati aspirasi tersebut dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Syahrul menegaskan, persoalan tersebut bukan tentang penolakan terhadap seni atau musik internasional, melainkan pertimbangan moral dan kemanusiaan terkait rekam jejak serta dugaan keterkaitan figur publik dengan dukungan terhadap Israel.

“Indonesia tidak menolak seni, musik, maupun pertukaran budaya yang memperkaya peradaban. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan sensitivitas kemanusiaan ketika rakyat Palestina terus menghadapi penderitaan. Pemerintah perlu mempertimbangkan persoalan ini secara serius, objektif, dan konsisten,” ujar Syahrul dalam keterangan tertulis dikutip, Senin (26/10/2026).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan prinsip yang telah lama dipegang Indonesia, sejak era Presiden Soekarno. Menurutnya, konsistensi sikap tersebut perlu diwujudkan melalui kebijakan nyata, bukan hanya pernyataan diplomatik.

“Sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan bagian dari sikap historis dan prinsip konstitusional Indonesia. Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Prinsip ini harus tercermin dalam kebijakan nyata,” kata dia.

Syahrul juga menilai kepentingan ekonomi dan industri hiburan perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab kemanusiaan. Menurutnya, Indonesia tetap dapat terbuka terhadap seniman internasional dengan tetap memperhatikan nilai keadilan, perdamaian, dan penghormatan terhadap hak bangsa Palestina.

Dia pun mengajak masyarakat menyampaikan sikap melalui cara-cara damai dan bertanggung jawab.

“Kami mengajak masyarakat mendukung sikap yang berpihak pada kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina melalui cara-cara yang damai dan bertanggung jawab. Yang kita tolak bukan seni atau bangsa tertentu, melainkan segala bentuk dukungan terhadap penjajahan dan penderitaan rakyat sipil. Palestina berhak merdeka, dan Indonesia harus tetap konsisten memperjuangkannya,” ucapnya.

Topik Menarik