Terungkap! Trump Perintahkan Serang Houthi tapi Dibatalkan di Menit-Menit Terakhir

Terungkap! Trump Perintahkan Serang Houthi tapi Dibatalkan di Menit-Menit Terakhir

Terkini | inews | Selasa, 22 September 2026 - 03:06
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata menyiapkan rencana serangan terhadap kelompok Houthi Yaman, namun dibatalkan pada menit-menit terakhir. Serangan tersebut sedianya dilancarkan pada Minggu (20/9/2026).

Surat kabar The New York Times (NYT), mengutip keterangan beberapa sumbet pejabat AS, melaporkan keputusan untuk membatalkan serangan itu diambil setelah para komandan militer menyetujui daftar target serangan ke Yaman. Para personel militer bahkan sedang memuat amunisi ke jet tempur yang disiapkan untuk operasi tersebut.

Laporan NYT mengungkap, Trump mulanya mengatakan enggan melancarkan serangan tersebut saat bertemu para penasihatnya pada Rabu pekan lalu. Namun keesokan hari, setelah berbicara lewat telepon dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dia memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) bersiap melakukan tindakan militer.

MBS mendesak Trump untuk melakukan intervensi karena kelompok Houthi merebut dengan cepat merebut wilayah-wilayah Yaman yang sebelumnya dikuasai pasukan pemerintah yang didukung Saudi.

Namun Trump mengubah keputusannya hanya beberapa saat sebelum misi tempur udara diluncurkan. Dia menunda rencana tersebut untuk saat ini.

Laporan tersebut muncul bersamaan dengan pernyataan Trump bahwa AS tetap menjalin komunikasi langsung dengan Houthi yang intinya, kelompok tersebut sepakat untuk tidak menyerang pasukan AS.

AS juga memprioritaskan bantuan berupa saran dan informasi intelijen terhadap Saudi dibandingkan terlibat langsung dalam serangan terhadap Houthi. Saat ini terdapat antara 100 hingga 200 penasihat militer AS yang berada di Arab Saudi untuk memberikan dukungan intelijen geospasial dan penentuan target bagi operasi Saudi melawan kelompok Houthi.

Keputusan untuk menunda serangan ini juga diambil dengan mempertimbangkan kesepakatan sebelumnya antara AS dan Houthi yang dicapai melalui mediasi di Muscat, Oman.

Perwakilan Houthi mengatakan, kesepakatan gencatan senjata masih berlaku dan mereka tidak berniat menargetkan kapal-kapal AS.

Topik Menarik