Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat usai Kumandangkan Azan Subuh Terakhir
MAKKAH, iNews.id - Muazin Masjidil Haram, Sheikh Ibrahim Al Madani, wafat pada Senin dini hari (21/9/2026). Beberapa jam sebelum meninggal, dia masih sempat mengumandangkan azan Subuh terakhirnya di masjid suci tersebut.
Kabar wafatnya Sheikh Ibrahim Al Madani disampaikan dalam salah satu postingan akun X Inside the Haramain. Akun tersebut juga membagikan video suasana Masjidil Haram dan Kakbah saat suara azan dikumandangkan Al Madani melalui pengeras suara masjid, Senin dini hari, beberapa jam sebelum meninggal dunia.
Melansir Khaleej Times, jenazah Sheikh Ibrahim Al Madani disalatkan setelah salat Asar pada Senin di Masjidil Haram, Makkah. Setelah itu, jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Al Mualla.
Sheikh Ibrahim Al Madani lahir di Madinah pada 1976. Dia tumbuh dalam keluarga religius dan mendapat pengaruh besar dari kakeknya yang merupakan hafiz Al-Qur'an hingga memilih menempuh pendidikan di bidang Ilmu Al-Qur'an.
Penuhi Target OJK, Anak Usaha Dapen BNI Asuransi Tripakarta Bidik Ekuitas Rp1 Triliun di 2028
Perjalanannya sebagai muazin dimulai sejak usia 15 tahun di sebuah masjid di lingkungan Madinah. Dalam usia yang masih muda, dia mulai mengumandangkan azan di sebuah masjid lingkungan di Madinah.
Dia menjalankan tugas sebagai muazin bersama tiga tetangganya secara bergiliran hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Setelah itu, Al Madani sempat berhenti menjadi muazin karena harus bekerja sebagai pengajar di luar Madinah.
Al Madani kemudian mendapat undangan untuk kembali mengumandangkan azan di Masjid Al-Maddah sekitar 2007-2008, Dia menjalankan tugas tersebut hingga akhirnya mendapat kesempatan menjadi muazin di Masjidil Haram. Al Madani secara resmi ditunjuk sebagai muazin Masjidil Haram pada sekitar 2017-2018.
Lahir dan besar di Madinah membuat Al Madani sangat dipengaruhi tradisi serta gaya azan khas Madinah. Namun, dia juga mengenal karakteristik azan khas Makkah setelah mengunjungi kota tersebut bersama ayahnya. Dalam kunjungannya, Al Madani bertemu Sheikh Abdul Latif Mulla, mantan muazin Masjidil Haram sekaligus sahabat kakeknya.
Al Madani tercatat sebagai salah satu dari 24 muazin utama Masjidil Haram. Enam di antaranya bertugas bergiliran setiap hari untuk mengumandangkan azan lima waktu salat serta azan salat Subuh.
Al Madani dikenal luas lewat lantunan azan Subuh dan takbirnya. Dia juga bertugas menyampaikan tabligh.
Menangis saat Pertama Kali Kumandangkan Azan
Melansir The Siasat Daily, dalam sebuah wawancara sebelumnya di Podcast Ashraqat, Al Madani pernah menceritakan pengalamannya ketika pertama kali mengumandangkan azan di Masjidil Haram. Dia mengaku terharu hingga meneteskan air mata ketika melihat jemaah melakukan tawaf mengelilingi Kakbah sambil mendengar suaranya dari pengeras suara masjid.
Al Madani teringat sempat bertanya pada diri sendiri, "Siapa saya hingga bisa melantunkan suara saya di tempat yang suci ini?.
Dalam wawancara itu, dia juga menceritakan perbedaan cara mengumandangkan azan antara Makkah dan Madinah.









