Harga Minyak Dunia Makin Mahal, Brent Nyaris Sentuh 108 Dolar AS per Barel
JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia kembali melonjak pada Selasa (15/9/2026), dengan minyak mentah Brent mendekati level 108 dolar AS per barel. Kenaikan ini terjadi di tengah laporan serangan baru kelompok Houthi ke Arab Saudi serta serangkaian serangan Iran terhadap kapal di kawasan Teluk.
Melansir CNBC, kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman November naik 1,93 persen menjadi 107,72 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Oktober naik 1,88 persen menjadi 103,30 dolar AS per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi ketika pasar menghadapi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.
Arab Saudi sebelumnya menutup pipa minyak East-West yang menjadi jalur penting untuk mengangkut minyak tanpa melalui Selat Hormuz. Pipa tersebut mengalami kerusakan setelah diserang drone yang diluncurkan dari Irak.
Penutupan jalur tersebut semakin memperketat pasokan minyak global yang sudah berada dalam kondisi terbatas.
Peringatan Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Massa Zikir Akbar Kibarkan Bendera Bulan Bintang
Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyebut 13 warga sipil terluka pada Senin setelah pasukan Houthi melancarkan serangkaian serangan rudal balistik dan drone ke wilayah Arab Saudi.
Di sisi lain, militer Iran mengklaim telah menghancurkan sebuah drone Amerika Serikat yang disebut canggih di atas Selat Hormuz. Klaim tersebut muncul setelah serangkaian operasi Teheran terhadap sistem nirawak milik Angkatan Laut AS di kawasan Teluk.
Presiden AS Donald Trump pada Minggu mengatakan Washington dapat melanjutkan kampanyenya terhadap Iran dan mengambil alih minyak negara tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) juga membantah klaim Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menyebut kapal tanker minyak berbendera Panama, El Gaia, terkena ranjau laut di Selat Hormuz.
"El Gaia, kapal tanker minyak berbendera Panama, terkena rudal Iran bulan lalu dan tidak dapat beroperasi," kata CENTCOM.
Gangguan terhadap jalur pasokan minyak diperkirakan turut memberikan tekanan terhadap inflasi.










