Trump: AS dan China Saling Memata-matai

Trump: AS dan China Saling Memata-matai

Terkini | inews | Selasa, 15 September 2026 - 12:43
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa AS dan China sama-sama melakukan kegiatan mata-mata. Pernyataan itu disampaikan Trump saat ditanya mengenai laporan bahwa entitas China membantu Iran dengan memberikan gambar satelit pangkalan militer AS di Yordania.

Trump bahkan menegaskan, dirinya tidak terkejut jika China memata-matai AS. Menurut dia, Beijing melakukan hal yang sama seperti Washington.

"Pada dasarnya, mereka melakukan apa yang kita lakukan," ujar Trump, kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (15/9/2026).

"Ketika orang-orang bilang China memata-matai kita, saya sampaikan 'Anda benar', dan kita juga memata-matai mereka," katanya.

Pernyataan tersebut muncul setelah media AS The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan Iran diduga menerima gambar satelit milik entitas China. Informasi itu disebut membantu Iran mengetahui kondisi pangkalan militer AS di Yordania sebelum melancarkan serangan pada Juli lalu.

Serangan tersebut menewaskan tiga tentara AS. Namun, sumber-sumber pejabat AS yang dikutip WSJ tidak mengungkap identitas perusahaan China yang memberikan gambar satelit tersebut.

Mereka juga tidak menuding adanya keterlibatan langsung pemerintah China dalam serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania.

Trump sebelumnya telah menepis laporan bahwa China membantu Iran dalam serangan tersebut. Ketika ditanya apakah persoalan itu akan dibahas dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping pekan depan, Trump tidak memberikan jawaban secara langsung.

Trump justru kembali menekankan bahwa hubungan pribadinya dengan Xi cukup baik.

"Menurut saya, sikapnya cukup baik, dan sikap kita juga cukup baik," kata Trump.

Trump dan Xi dijadwalkan bertemu di Washington pada 24 September. Namun, hingga kini pemerintah China belum secara resmi mengonfirmasi rencana pertemuan tersebut.

Sementara itu, konflik AS dan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 telah menyebabkan jatuhnya korban di pihak militer AS. Setidaknya 18 personel militer AS tewas selama perang terbaru melawan Iran.

Topik Menarik