Dituduh Telantarkan Anak, Ruben Onsu Kembali Ungkap Alasan Belum Beri Nafkah 8 Bulan

Dituduh Telantarkan Anak, Ruben Onsu Kembali Ungkap Alasan Belum Beri Nafkah 8 Bulan

Gaya Hidup | inews | Senin, 7 September 2026 - 16:20
share

JAKARTA, iNews.id - Dituduh menelantarkan anak karena belum memberikan nafkah selama delapan bulan, Ruben Onsu kembali buka suara. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menegaskan dirinya tidak pernah berniat menghentikan kewajiban memberikan nafkah kepada anak-anaknya.

Minola mengatakan persoalan tersebut bukan berkaitan dengan kemampuan finansial Ruben. Pihaknya masih menunggu rincian biaya riil yang dibutuhkan anak-anak setiap bulan, termasuk biaya pemeliharaan dan pendidikan.

"Konteksnya bukan masalah mampu dan tidak mampu. Konteksnya adalah kita sedang menunggu berapa riil biaya anak-anak itu tiap bulannya, biaya pemeliharaan dan juga biaya pendidikan. Ini yang sampai hari ini belum disampaikan. Ketika belum disampaikan, kita kan belum tahu nih berapa real cost-nya," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

Menurut Minola, Ruben selama ini disebut rutin memberikan nafkah dalam jumlah besar. Namun, pihaknya ingin mengetahui secara jelas kebutuhan anak sebelum menentukan besaran biaya yang harus dibayarkan.

Ruben bahkan disebut berusaha membayar kebutuhan pendidikan anak-anaknya secara langsung kepada pihak sekolah. Namun, upaya tersebut disebut terkendala komunikasi dengan pihak Sarwendah.

"Ruben berkomunikasi dengan pihak sekolah, berapa besaran biaya-biaya anak-anak itu secara rutin. Sekolah cukup kooperatif, tapi aturannya satu siswa itu satu akun email. Ruben minta diganti ke akunnya karena dia yang bertanggung jawab bayar pendidikan sesuai Akta 39. Faktanya, S berkirim surat kepada sekolah, dia tidak bersedia akun email itu diganti ke Ruben. Jadi harus tetap melalui ibunya," ujar Minola.

Persoalan nafkah bukan satu-satunya hal yang membuat Ruben kecewa. Minola menyebut kliennya juga merasa kesulitan bertemu dengan anak-anak karena disebut harus menghadapi sejumlah syarat dan alasan.

"Bagaimana perasaan orang tua ketika dia dihalang-halangi oleh mantan pasangannya untuk tidak bertemu dengan anak-anaknya, dan ketika bertemu, diberikan 1001 macam alasan dan bermacam-macam syarat? Saya sangat sedih melihat Ruben itu tidak bisa bertemu dengan anak kandungnya. Coba bayangkan!" ucap Minola.

Minola pun membantah keras tudingan Ruben telah menelantarkan anak. Menurut dia, Ruben justru masih berusaha memenuhi kewajibannya dan meminta informasi mengenai kebutuhan anak-anak agar nafkah dapat diberikan sesuai kebutuhan.

"Penelantaran itu kalau menurut saya ketika orang tuanya enggak mau tahu lagi sama anaknya, cuek. Ini dia mau kok! Mau diskusi, mau ini, segala macam. Bahkan dia bertanya, mana biaya anak-anak? Ruben sedang menunggu berapa biaya pemeliharaan agar bisa dibayarkan, termasuk 8 bulan tertunda yang belum pernah diinformasikan," katanya.

Di sisi lain, pihak Sarwendah memiliki pandangan berbeda. Melalui kuasa hukumnya, Jaenudin, pihak Sarwendah menyebut nafkah anak merupakan kewajiban orang tua yang tidak semestinya dikaitkan dengan persoalan hubungan antara mantan pasangan.

"Tidak ada hubungannya dengan itu (akses bertemu). Hak anak itu jelas enggak boleh ditahan. Kewajiban orang tua buat kasih itu nafkah. Jadi tidak ada alasan persoalan orang tua nafkah anak ditahan. Itu bisa diperkarakan (menelantarkan anak) kalau Sarwendah mau," ujar Jaenudin.

Jaenudin bahkan menyebut Sarwendah dapat mengambil langkah hukum, baik melalui gugatan wanprestasi maupun dugaan penelantaran anak. Perseteruan kedua pihak pun kembali menjadi sorotan karena masing-masing memiliki pandangan berbeda soal kewajiban nafkah dan akses Ruben untuk bertemu anak-anaknya.

Topik Menarik