Cara Tepat Membersihkan Wajah jika Terkena Abu Vulkanik
JAKARTA — Abu vulkanik yang menempel di wajah sebaiknya tidak langsung digosok atau dilap secara kasar. Partikel abu yang menempel pada kulit berpotensi menyebabkan iritasi hingga membuat permukaan kulit mengalami luka atau goresan jika dibersihkan dengan cara yang keliru.
Dokter Tirta mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan cara membersihkan wajah setelah terpapar abu vulkanik. Ia menyarankan penggunaan facial wash yang tepat dan menghindari kebiasaan menggosok wajah secara langsung.
“Terus yang ketiga kalau kena muka, itu segera gunakan facial wash yang proper. Jangan langsung kegesek, karena bisa baret-baret, serius coy,” ujar Dokter Tirta.
Jangan Langsung Menggosok Wajah
Abu vulkanik memiliki partikel yang dapat bersifat abrasif. Karena itu, menggosok wajah ketika masih terdapat abu yang menempel justru dapat meningkatkan risiko iritasi atau membuat kulit terasa perih.
Masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru mengusap wajah dengan tangan atau kain dalam kondisi kering. Bersihkan wajah secara perlahan agar partikel abu tidak semakin bergesekan dengan permukaan kulit.
Gunakan Facial Wash
Setelah terkena paparan abu vulkanik, wajah dapat segera dibersihkan menggunakan facial wash yang sesuai. Pembersihan dilakukan dengan lembut tanpa memberikan tekanan berlebihan pada kulit.
Cara ini dapat membantu mengangkat partikel abu dan kotoran yang menempel tanpa membuat kulit mengalami gesekan berulang.
Hindari Menggosok Wajah Terlalu Keras
Kebiasaan menggosok wajah dengan kuat, terutama ketika masih terdapat partikel abu, sebaiknya dihindari. Selain dapat menyebabkan iritasi, gesekan tersebut berpotensi membuat kulit mengalami goresan.
Jika wajah sudah terkena abu vulkanik, utamakan proses pembersihan yang lembut dan tidak terburu-buru. Setelah wajah bersih, pastikan tidak ada lagi sisa abu yang menempel sebelum kembali beraktivitas di luar ruangan.










