Perbedaan Nyeri Jantung dan Asam Lambung, Kenali Ciri-cirinya
JAKARTA, iNews.id - Perbedaan nyeri jantung dan asam lambung penting diketahui karena keduanya sama-sama dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di area dada. Nyeri yang terasa di dada tidak selalu menandakan serangan jantung, tetapi ada karakteristik tertentu yang perlu diwaspadai.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto, mengatakan lokasi dan karakter nyeri dapat menjadi petunjuk awal mengenai kondisi yang dialami seseorang.
"Nyeri dada itu nggak semua sama, dan lokasinya ternyata bisa kasih petunjuk penting. Kita bedah singkat yuk," kata dr Decsa, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Salah satu perbedaan yang perlu diperhatikan adalah lokasi dan sensasi nyeri. Nyeri yang terasa di tengah dada seperti ditindih atau diremas, terutama jika menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung, merupakan kondisi yang wajib diwaspadai.
"Jadi, jika kalian ada nyeri dada dirasakan di tengah dada kayak ditindih gitu, atau diremas, apalagi menjalar ke lengan kiri, rahang, atau nembus ke punggung belakang, ini yang wajib kalian waspadai. Ini merupakan tanda klasik serangan jantung," ujarnya.
Nyeri Jantung
Nyeri yang berkaitan dengan serangan jantung umumnya dirasakan di bagian tengah dada. Sensasinya dapat berupa tekanan berat, seperti tertindih atau diremas.
Rasa sakit juga dapat menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung. Jika nyeri muncul secara tiba-tiba dan disertai sesak napas atau keringat dingin, kondisi tersebut perlu segera mendapat penanganan medis.
Nyeri Asam Lambung
Sementara itu, nyeri akibat GERD atau asam lambung dapat berawal dari area ulu hati kemudian terasa naik menuju dada. Sensasinya lebih sering berupa rasa panas atau terbakar.
"Lalu yang kedua, jika ada nyeri dada lokasinya di ulu hati yang naik ke dada, rasanya panas kayak terbakar, ini kemungkinan juga suatu GERD atau asam lambung naik. Apalagi habis makan atau pas berbaring," kata dr Decsa.
Pola tersebut dapat membantu membedakan keluhan secara umum. Namun, gejala yang dirasakan setiap orang bisa berbeda sehingga lokasi nyeri saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.
Selain jantung dan asam lambung, nyeri dada juga dapat berkaitan dengan masalah lain. Nyeri di sisi kanan dada, misalnya, lebih sering dikaitkan dengan masalah otot atau gangguan pada paru-paru kanan.
"Jika ada nyeri dada menyebar ke seluruh dada dan makin parah kalau ditarik nafas dalam, bisa jadi tanda masalah di paru-paru kayak radang selaput paru," ujar dr Decsa.
Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan lokasi atau sensasi nyeri. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.
"Tapi ingat, ini cuma pola umum, bukan cara diagnosis pasti sendiri. Namun wajib kalian cermati khususnya nomor satu. Jadi kalau nyerinya tiba-tiba, disertai sesak, keringat dingin, atau nembus ke lengan atau nembus ke punggung, jangan nembak-nembak, langsung ke IGD," ujarnya.
Perbedaan nyeri jantung dan asam lambung dapat menjadi pengetahuan awal untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun, jika nyeri dada muncul mendadak, terasa berat, menjalar ke lengan atau punggung, serta disertai sesak dan keringat dingin, segera cari pertolongan medis di IGD.









