5 Ayat Al-Quran tentang Gunung dan Hikmah di Baliknya

5 Ayat Al-Quran tentang Gunung dan Hikmah di Baliknya

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 7 September 2026 - 16:29
share

Gunung merupakan salah satu ciptaan Allah SWTyang menjadi bukti kebesaran-Nya. Selain memiliki manfaat bagi kehidupan manusia, keberadaan gunung juga berkali-kali disebut dalam Al-Qur’an sebagai tanda kekuasaan Allah SWT dan bahan renungan bagi manusia.

Gunung selama ini dikenal sebagai bentang alam yang kokoh dan menjulang tinggi. Namun, Al-Qur’an tidak hanya menggambarkan gunung dari sisi fisiknya. Sejumlah ayat menjelaskan fungsi gunung, kepatuhannya kepada Allah SWT hingga kehancurannya ketika hari kiamat tiba.

Berikut beberapa ayat Al-Qur’anyang berbicara tentang gunung dan hikmah yang dapat diambil darinya.

1. Gunung sebagai Pasak Bumi

Salah satu fungsi gunung disebutkan dalam Surat An-Nahl ayat 15. Allah SWT berfirman:

وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَٰرًا وَسُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, dan Dia menciptakan sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk."

Baca juga :Gunung Bisa Murka kepada Manusia? Ini Penjelasan Al-QuranAyat tersebut menunjukkan bahwa keberadaan gunung memiliki hikmah bagi kehidupan di bumi.

Gunung tidak hanya menjadi bagian dari keindahan alam, tetapi juga merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang patut direnungkan manusia. Setiap ciptaan Allah memiliki tujuan dan hikmah yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya.

2. Gunung sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT

Al-Qur’an juga menggambarkan gunung sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Dalam Surat Al-Anbiya ayat 31, Allah berfirman:

وَجَعَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

"Dan Kami telah menjadikan di bumi gunung-gunung yang kokoh agar bumi itu tidak goncang bersama mereka, dan Kami jadikan pula di sana jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk."

Gunung yang berdiri kokoh menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Manusia diajak untuk memperhatikan alam di sekitarnya dan mengambil pelajaran dari berbagai ciptaan-Nya.

Merenungkan kebesaran ciptaan Allah diharapkan dapat membuat manusia menyadari keterbatasan dirinya. Sebesar dan sekuat apa pun manusia, pada hakikatnya tetap merupakan makhluk yang berada di bawah kekuasaan Allah SWT.

3. Gunung Akan Hancur pada Hari Kiamat

Meski dikenal sebagai ciptaan yang kokoh, gunung tidak akan selamanya berdiri tegak. Al-Qur’an menggambarkan kehancuran gunung sebagai bagian dari kedahsyatan hari kiamat.Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 47:

وَيَوۡمَ نُسَيِّرُ الۡجِبَالَ و تَرَى الۡاَرۡضَ بَارِزَةً  ۙ وَّحَشَرۡنٰهُمۡ فَلَمۡ نُغَادِرۡ مِنۡهُمۡ اَحَدًا‌

"Dan (ingatlah) pada hari Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka, maka Kami tidak meninggalkan seorang pun dari mereka."

Gambaran tersebut menjadi pengingat tentang kefanaan dunia. Gunung yang selama ini terlihat begitu kokoh sekalipun tidak akan mampu bertahan ketika datang ketetapan Allah SWT.

Pesan yang terkandung di dalamnya adalah manusia tidak boleh terlena dengan kehidupan dunia. Segala sesuatu yang ada di bumi memiliki batas dan pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.

4. Gunung Tunduk dan Bertasbih kepada Allah

Gunung dalam Al-Qur’an juga digambarkan sebagai makhluk yang tunduk kepada Allah SWT. Hal tersebut salah satunya disebutkan dalam Surat Shad ayat 18:

اِنَّا سَخَّرۡنَا الۡجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحۡنَ بِالۡعَشِىِّ وَالۡاِشۡرَاقِۙ‏"Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi."

Ayat ini menunjukkan bahwa gunung merupakan bagian dari ciptaan Allah yang senantiasa berada dalam ketetapan dan kekuasaan-Nya.

Kisah Nabi Dawud AS tersebut sekaligus menjadi pelajaran bagi manusia agar senantiasa mengingat dan bertasbih kepada Allah SWT.

Jika gunung sebagai makhluk Allah saja tunduk kepada-Nya, manusia tentu lebih pantas untuk senantiasa bersyukur, berzikir dan menaati perintah Allah SWT.

5. Gunung sebagai Perumpamaan Keagungan Al-Qur’an

Gunung juga digunakan Al-Qur’an sebagai sebuah perumpamaan untuk menggambarkan dahsyatnya firman Allah SWT.

Dalam Surat Al-Hasyr ayat 21, Allah SWT berfirman:

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُۥ خَٰشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah karena takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir."

Ayat tersebut menggambarkan betapa agung dan dahsyatnya Al-Qur’an. Gunung yang secara fisik dikenal sangat kokoh saja digambarkan akan tunduk dan terpecah apabila menerima wahyu tersebut dengan kesadaran penuh akan kebesaran Allah SWT.

Perumpamaan ini menjadi teguran bagi manusia agar tidak mengabaikan Al-Qur’an. Sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an semestinya dibaca, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Gunung Menjadi Tanda Kebesaran Allah

Berbagai ayat tersebut menunjukkan bahwa gunung memiliki banyak sisi yang dapat direnungkan manusia. Gunung bukan sekadar bentang alam yang menjulang tinggi, tetapi juga menjadi salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

Dari keberadaannya yang kokoh, ketundukannya kepada Allah hingga gambaran kehancurannya pada hari kiamat, gunung mengajarkan manusia untuk selalu mengingat bahwa seluruh alam berada dalam kekuasaan-Nya.

Karena itu, ketika melihat gunung maupun berbagai fenomena alam lainnya, umat Islam dianjurkan tidak sekadar mengagumi keindahannya. Lebih dari itu, manusia dapat menjadikannya sebagai sarana untuk bertafakur, meningkatkan rasa syukur dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Wallahu a'lam.

Baca juga:2 Doa saat Gunung Meletus dan Terjadi Bencana, Lengkap Arab-Latin dan Artinya

Topik Menarik