Trump Nyatakan Akan Jadi 'Mr Veto' Jika Partai Republik Kalah Pemilu Sela AS
Pemilihan umum (pemilu) sela Amerika Serikat (AS) akan digelar Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Jelang pemilu, Presiden Donald Trump berbicara tentang bagaimana dirinya akan tetap bisa menjalankan agenda pemerintahan jika Partai Demokrat muncul sebagai pemenang yang menguasai Kongres.
Dalam wawancara dengan Miranda Devine dari New York Post, Trump mengatakan dirinya akan menjadi "Mr Veto" atau sosok yang gemar menggunakan hak veto.
Baca Juga: Momok 10 November, Peluang China Lumpuhkan Angkatan Laut AS Tanpa Satu Pun Tembakan
Partai Demokrat membutuhkan tambahan bersih empat kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dan Senat untuk membalikkan keunggulan tipis Partai Republik, yang saat ini menguasai DPR dengan perbandingan 218-214 kursi dan Senat dengan 53-47 kursi.
Jajak pendapat menunjukkan Partai Demokrat berpeluang merebut kendali DPR, sementara persaingan di Senat masih berlangsung ketat dan belum dapat dipastikan."Saya kira saya akan menjadi 'Mr Veto'. Mereka akan mengirimkan berbagai rancangan undang-undang. Anda tinggal memvetonya," kata Trump dalam wawancara tersebut."Dan kemudian, pada titik tertentu, kami mungkin akan membuat kesepakatan. Begitulah yang terjadi selama ini. Maksud saya, ini bukan pertama kalinya," lanjut dia.
"Saya tidak akan membiarkan mereka menghancurkan semuanya," kata Presiden AS itu dalam kutipan wawancara yang dirilis pada hari Minggu.
Sepanjang masa kepresidenannya, Trump telah menggunakan hak veto terhadap total 12 rancangan undang-undang. Sebanyak 10 veto dilakukan pada periode pertama pemerintahannya dan dua lainnya pada periode saat ini.
Saat berbicara kepada wartawan pekan lalu, Trump mengatakan akan menghormati hasil pemilu sela jika proses pemungutan suara berlangsung secara jujur.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump sebelumnya mengumumkan hadiah sebesar USD1 juta bagi siapa pun yang memberikan bukti kuat dan dapat ditindaklanjuti mengenai kecurangan pemilu yang terkait dengan pemilu sebelumnya maupun pemilu sela 2026. Pemberian hadiah tersebut bergantung pada penangkapan dan pemidanaan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Maskapai Israel El Al Batalkan Penerbangan Evakuasi dari Dubai setelah UEA Cabut Izin Pendaratan
Pemilu pada 3 November akan memperebutkan seluruh 435 kursi DPR AS serta sekitar sepertiga kursi Senat. Hasilnya diperkirakan akan menentukan keseimbangan kekuatan politik di Washington dan memengaruhi sejauh mana pemerintahan Trump dapat menjalankan prioritas kebijakannya.
Menurut jajak pendapat CBS News yang dirilis pada Minggu, Partai Demokrat diproyeksikan memperoleh 229 kursi di DPR, yang berpotensi memberi mereka mayoritas. Meski demikian, Partai Republik masih memiliki peluang untuk mempertahankan kendali atas lembaga legislatif tersebut.










