NATO Pamer Kekuatan, Kapal Induk Terbesar Inggris Bawa Jet Tempur Siluman F-35 ke Arktik

NATO Pamer Kekuatan, Kapal Induk Terbesar Inggris Bawa Jet Tempur Siluman F-35 ke Arktik

Global | sindonews | Senin, 19 Oktober 2026 - 14:45
share

Kapal induk HMS Prince of Wales telah berlayar dari Portsmouth untuk memimpin Kelompok Tempur Kapal Induk Inggris dalam misi yang didukung NATO ke kawasan Arktik dan Atlantik Utara. Pengerahan ini sebagai aksi pamer kekuatan terbaru NATO di tengah ketegangan dengan Rusia.

HMS Prince of Wales adalah salah satu kapal induk terbesar Inggris. Ia bertolak pada hari Minggu.

Baca Juga: Kapal Induk China Bermanuver di Dekat Okinawa, Jepang Kerahkan Jet Tempur

Pengerahan ini menandai fase kedua Operasi Firecrest, yang akan berfokus pada kesiapan operasional, pelatihan, dan penguatan interoperabilitas NATO.

"Pengerahan kapal induk andalan Inggris bersama sekutu-sekutu NATO merupakan perisai yang kuat bagi negara, untuk memastikan jalur energi, perdagangan, dan komunikasi penting yang kita andalkan setiap hari di kawasan ini tetap aman," kata Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy), sebagaimana dikutip The Independent, Senin (19/10/2026).

HMS Prince of Wales didampingi kapal perusak Tipe 45 HMS Dauntless.Royal Navy mengatakan kapal induk tersebut membawa kelompok udara yang terdiri atas jet tempur siluman F-35 generasi kelima, helikopter komando Merlin Mk4, helikopter antikapal selam Merlin Mk2, helikopter Wildcat, serta drone Malloy.

Lebih dari 1.200 personel Inggris dikerahkan sebagai bagian dari kelompok tempur kapal induk tersebut.

Menurut Royal Navy, mereka bekerja erat dengan sekutu, termasuk Norwegia, Denmark, dan Jerman, dalam operasi yang dirancang untuk menguji sekaligus memperkuat interoperabilitas NATO.

HMS Prince of Wales akan beroperasi bersama HMS Dauntless dan staf Kelompok Tempur Kapal Induk Inggris yang dipimpin Komodor Richard Hewitt.

"Saya sangat senang dapat kembali ke kawasan Arktik dan Atlantik Utara untuk melanjutkan keberhasilan fase pertama Operasi Firecrest," kata Hewitt."Di bawah kepemimpinan kapal andalan Inggris, HMS Prince of Wales, kelompok tempur ini akan menggabungkan beragam aset dan kemampuan, sekaligus memanfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih, beroperasi, dan berintegrasi dengan sekutu serta mitra NATO kami," ujarnya.

Sebagai bagian dari pengerahan tersebut, HMS Prince of Wales akan menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin militer dan politik di Oslo yang berfokus pada keamanan kolektif Eropa Utara.

Pertemuan bertajuk Atlantic Future Forum dan International Sea Power Conference tersebut akan mempertemukan para pemimpin pertahanan, pelaku industri, serta pembuat kebijakan untuk membahas masa depan keamanan kawasan Euro-Atlantik.

Awal tahun ini, mantan Kepala Royal Navy, Laksamana Alan William John West yang lebih dikenal sebagai Lord West of Spithead, mengatakan kepada kantor berita Press Association bahwa kondisi Royal Nay kini sangat memprihatinkan.

"Intinya, kondisi Angkatan Laut sekarang lebih buruk dibandingkan kapan pun selama 60 tahun saya bertugas aktif," katanya."Ukurannya terlalu kecil, tidak dirawat dengan baik, dana yang dibelanjakan tidak mencukupi, dan saya khawatir Angkatan Laut tidak mampu memenuhi kebutuhan negara," lanjut dia.

Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, Louise Sandher-Jones, mengatakan, "Pengerahan HMS Prince of Wales beserta sayap udaranya ke kawasan Arktik bagian utara dan Atlantik Utara, di bawah kepemimpinan NATO, merupakan demonstrasi nyata komitmen Inggris terhadap aliansi tersebut serta kontribusinya bagi keamanan dan stabilitas Atlantik Utara yang berkelanjutan."

Royal Navy mengatakan fokus fase kedua Operasi Firecrest adalah "mempertahankan kesiapan operasional, memperkuat interoperabilitas, dan memastikan Kelompok Tempur Kapal Induk siap menghadapi tantangan di kawasan yang semakin penting ini".

Topik Menarik