Rusia dan Sekutunya Jadi Target Sanksi AS, Siapa yang Terdampak?
Presiden AS Donald Trump telah menandatangani rancangan undang-undang sanksi menyeluruh yang menyasar perekonomian Rusia dengan menghukum pembeli utama minyak dan gas negara tersebut.
Rancangan undang-undang (RUU) yang disahkan oleh DPR AS awal pekan ini memberikan wewenang luas kepada Trump untuk mengenakan tarif hingga 100 terhadap lima pembeli terbesar minyak dan gas Rusia—terutama Tiongkok dan India.
Atas permintaan Trump, RUU tersebut juga mencakup sektor energi dan persenjataan Iran.
RUU ini dinamai menurut mendiang Senator Lindsey Graham, salah satu pembela paling gigih bagi Ukraina di Washington sebelum wafat pada 11 Juli.
Melansir BBC, RUU setebal 48 halaman yang secara resmi berjudul Undang-Undang Sanksi terhadap Rusia dan Iran Lindsey O Graham Tahun 2026 ini memuat pengecualian bagi negara-negara yang mengimpor kurang dari 15 gas alam mereka dari Rusia dan sedang berupaya mengurangi ketergantungan tersebut.
Rusia dan Sekutunya Jadi Target Sanksi AS, Siapa yang Terdampak?
1. Presiden Putin dan Koleganya
Selain itu, RUU ini mencakup sanksi terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, pejabat tinggi pemerintah Rusia, serta bank dan lembaga keuangan lainnya, termasuk armada bayangan kapal tanker Rusia yang digunakan untuk menghindari sanksi yang sudah ada.Senator Richard Blumenthal, seorang Demokrat dari New York, sebelumnya menggambarkan undang-undang ini sebagai "sanksi keras" yang akan "melumpuhkan mesin perang Putin".
2. China dan Rusia
Data dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) menunjukkan bahwa China menyumbang 50 dari ekspor minyak mentah Rusia antara Desember 2022 dan Agustus 2026, diikuti oleh India sebesar 37.3. Turki dan Uni Eropa
Turki dan Uni Eropa masing-masing menyumbang 5 selama periode waktu yang sama, meskipun ekspor energi Rusia ke Uni Eropa terus menurun. Senator Graham telah lama berupaya mendorong pemerintahan Trump untuk mengambil tindakan lebih tegas dalam menghukum Rusia atas perang yang terjadi menyusul invasi negara itu ke Ukraina pada Februari 2022.Rancangan undang-undang tersebut juga mendapat dukungan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menyampaikan terima kasih kepada Trump karena telah menandatangani "undang-undang yang sangat penting" itu.
"Cara terbaik untuk mengenang sosok Lindsey adalah dengan melaksanakan ketentuan undang-undang ini secara penuh dan cepat," tulisnya di media sosial.
"Senator Graham tidak pernah ragu sedikit pun bahwa Amerika memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi para diktator dan mencapai hasil nyata jika bertindak dengan cara yang tepat."Graham, 71 tahun, meninggal dunia pada 11 Juli akibat diseksi aorta yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, tak lama setelah kembali dari kunjungan ke Kyiv.
"Ia meninggal saat sedang menjalankan tugas yang memang menjadi panggilan hidupnya," ujar Trump kala itu.
Sebelum wafat, ia dikenal luas sebagai salah satu sekutu paling gigih bagi Ukraina di Capitol Hill, di tengah situasi ketika Partai Republik terpecah tajam mengenai sejauh mana keterlibatan AS di luar negeri serta besaran bantuan yang diberikan kepada Ukraina.








