3 Keunggulan Kapal Selam Nirawak Ghost Shark Milik Australia, Dilengkapi Sekawanan Drone
Australia meningkatkan kemampuan peperangan bawah lautnya dengan melengkapi kapal selam otonom 'Ghost Shark' miliknya dengan "kawanan" drone udara dan ranjau laut. Itu akan memperkuat pertahanan laut negara tetangga Indonesia.
3 Keunggulan Kapal Selam Nirawak Ghost Shark Milik Australia, Dilengkapi Sekawanan Drone
1. Kapal Selam Nirawak Senilai Rp23,46 Triliun
Perusahaan rintisan teknologi pertahanan asal AS, Anduril, mengembangkan kapal selam nirawak berukuran ekstra besar ini bersama para ilmuwan pertahanan Australia. Saat ini, mereka tengah membangun armada Ghost Shark untuk Canberra di bawah kontrak senilai USD1,3 miliar atau Rp23,46 Triliun.Mitra dalam pakta AUKUS—Australia, Inggris, dan AS—tahun ini berkomitmen untuk mengembangkan muatan yang dapat dipertukarkan untuk drone yang digunakan dalam peperangan bawah laut, di samping kerja sama mereka dalam pengembangan kapal selam nuklir.
2. Mampu Tebar Ranjau Laut dan Terbangkan Drone
Menteri Industri Pertahanan Pat Conroy mengatakan di Sydney pada hari Senin bahwa setelah melalui serangkaian uji coba rahasia, tiga jenis muatan telah disetujui untuk "melakukan tugas-tugas yang tidak ingin kita libatkan manusia di dalamnya".Ia menjelaskan kepada wartawan bahwa Ghost Shark akan mampu membawa hingga 12 ranjau laut, peralatan untuk pasukan khusus, serta drone udara Altius buatan Anduril. Drone ini dapat diluncurkan di tengah laut untuk membentuk kawanan guna melakukan pengintaian maupun serangan.
Ia menambahkan, pihak lawan potensial kini harus memperhitungkan bahwa setiap kontainer pengiriman yang berada di dermaga Australia bisa saja berisi satu unit Ghost Shark. "Tidak hanya ada kemungkinan 'Ghost Shark' di dalam kontainer-kontainer pengiriman tersebut, tetapi 'Ghost Shark' itu kini juga memiliki 'gigi'," ujarnya.Australia, yang merasa khawatir dengan pesatnya pembangunan kekuatan angkatan laut China serta ketegangan di Laut China Selatan, tengah meningkatkan investasinya dalam teknologi nirawak secara cepat.
3. Mampu Menempuh Operasi Jarak Jauh
Menurut para pejabat, 'Ghost Shark' mampu menempuh jarak jauh dan akan beroperasi bersama armada kapal selam berawak.Conroy mengungkapkan bahwa "sejumlah negara lain" telah menyatakan minat untuk mengakuisisi 'Ghost Shark'.
Direktur intelijen Angkatan Laut AS menyampaikan kepada sebuah komite pemerintah AS pada bulan Mei lalu bahwa China tengah berfokus mengembangkan sensor bawah laut, persenjataan, dan wahana otonom untuk mengimbangi kapal selam Amerika Serikat.
Awal bulan ini, Anduril memenangkan kontrak senilai USD2,9 miliar dari Angkatan Laut AS untuk memproduksi komponen bagi kapal selam kelas Virginia milik AS, serta menyatakan akan membangun galangan kapal selam baru di Amerika Serikat.
AS berupaya mempercepat produksi agar dapat menjual kapal selam tersebut kepada Australia di bawah perjanjian AUKUS.








