Baru Menjabat, Menhan Iran Langsung Ancam 'Kerusakan Luar Biasa' terhadap AS

Baru Menjabat, Menhan Iran Langsung Ancam 'Kerusakan Luar Biasa' terhadap AS

Global | sindonews | Senin, 19 Oktober 2026 - 09:39
share

Menteri Pertahanan (Menhan) Iran yang baru ditunjuk, Mehrdad Akhlaghi, pada hari Minggu mengancam akan menimbulkan "kerusakan luar biasa" terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah jika Washington melanjutkan kampanye militernya terhadap republik Islam.

"Masyarakat dapat merasa tenang karena mereka kemungkinan besar tidak akan berani menyerang kita," ujar Akhlaghi kepada para wartawan tak lama setelah mendapatkan mosi percaya dari parlemen.

Baca Juga: Iran Ambil dan Kuasai Teknologi Bom 14 Ton AS yang Gagal Meledak

"Jika mereka (AS) melakukannya, mereka sendiri dan kawasan ini akan mengalami kerusakan yang luar biasa," katanya lagi.

Para anggota parlemen Iran sebelumnya telah menyetujui penunjukan Akhlaghi sebagai Menhan yang baru, setelah pendahulunya; Aziz Nasirzadeh, tewas pada hari pertama agresi AS dan Israel.

"Para anggota Majelis Permusyawaratan Islam (parlemen) hari ini memberikan mosi percaya kepada Mehrdad Akhlaghi, calon menteri pertahanan dan logistik angkatan bersenjata," bunyi siaran stasiun televisi pemerintah Iran, hampir delapan bulan setelah serangan awal AS-Israel yang memicu konflik tersebut.Menurut situs web pemerintah, Akhlaghi terpilih untuk jabatan tersebut dengan 237 suara mendukung, dari total 277 suara yang masuk. Pejabat pertahanan veteran tersebut menggantikan Nasirzadeh, yang tewas dalam serangan AS-Israel terhadap sebuah kompleks pimpinan pada 28 Februari, bersama dengan mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan para komandan militer senior.

"Jika saya mendapatkan mosi percaya dari parlemen, tanggung jawab atas Kementerian Pertahanan akan jatuh ke tangan saya pada saat yang krusial," ujar Akhlaghi sebelum pemungutan suara, sebagaimana dikutip dari ISNA.

"Dalam situasi seperti ini, mempertahankan negara memerlukan pemahaman yang akurat tentang lingkungan, logika di balik berbagai perkembangan, identifikasi tren yang berpengaruh, serta kesiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan masa depan," imbuh dia.

Meskipun tidak memiliki pangkat militer, Akhlaghi telah bekerja di Kementerian Pertahanan selama 42 tahun dan memimpin Organisasi Industri Pertahanan Iran—produsen senjata negara tersebut—sejak tahun 2013. Dia dikenal sebagai pakar rudal Iran.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi terhadap Akhlaghi pada tahun 2007 atas dugaan keterlibatannya dalam kegiatan nuklir atau rudal balistik.

Topik Menarik